Fokus Rembang | Pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) telah sepakat untuk mempercepat pembangunan infrastruktur strategis guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah. Hal ini bertujuan untuk mengembalikan posisi Jateng sebagai pusat pertumbuhan nasional sekaligus sebagai “jangkar Nusantara“.
Langkah ini diambil setelah pertemuan antara Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy dengan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi di Kantor Gubernur Jateng. Rachmat menilai Jateng memiliki modal besar sebagai penggerak ekonomi, mulai dari sektor pertanian, industri, hingga kualitas sumber daya manusia (SDM) yang ulet.
Namun, ia menekankan bahwa pembangunan ke depan harus dimulai dari pinggiran. “Pembangunan yang harus dilakukan bukan dari Jakarta atau Semarang, tetapi dari desa-desa dan kawasan paling tertinggal. Ini sejalan dengan arah pembangunan nasional,” ujar Rachmat.
Selain pemerataan di tingkat desa, pertemuan tersebut juga membahas percepatan infrastruktur seperti jalan, pelabuhan, dan dry port untuk memperkuat konektivitas serta daya saing daerah. Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menyatakan dukungan Bappenas sangat penting untuk mempercepat pembangunan, khususnya di kawasan Pantai Utara (Pantura) dan Pantai Selatan (Pansela).
Selain konektivitas, Luthfi juga menyoroti pentingnya penguatan sektor pertanian lewat pembenahan infrastruktur air. “Dari lahan sekitar 1,5 juta hektare, Jateng menghasilkan 9,5 juta ton gabah pada 2025. Tantangan ke depan adalah kemarau panjang, sehingga kami meminta dukungan maksimal untuk optimalisasi embung,” kata Luthfi.
Luthfi menegaskan sinergi pusat-daerah sangat diperlukan agar kue pembangunan tidak hanya dinikmati masyarakat perkotaan, melainkan merata hingga ke seluruh pelosok warga Jateng.
Dalam upaya meningkatkan pembangunan di Jateng, pemerintah pusat dan daerah harus bekerja sama untuk memastikan bahwa sumber daya yang tersedia dimanfaatkan dengan efektif. Dengan demikian, Jateng dapat kembali menjadi pusat pertumbuhan nasional dan “jangkar Nusantara” yang kuat.
Kesimpulan dari pertemuan ini adalah bahwa pemerintah pusat dan daerah harus bekerja sama untuk mempercepat pembangunan infrastruktur strategis dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan demikian, Jateng dapat kembali menjadi pusat pertumbuhan nasional dan “jangkar Nusantara” yang kuat.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.

