Fokus Rembang | Menyiapkan susu untuk balita sering dianggap sebagai aktivitas sederhana. Namun, cara menyeduh susu yang kurang tepat dapat memengaruhi kualitas nutrisi yang terkandung di dalamnya. Mulai dari suhu air yang digunakan, kebersihan wadah, hingga takaran susu yang tidak sesuai dapat membuat manfaat susu untuk tumbuh kembang anak menjadi tidak optimal.
Hal ini menjadi salah satu fokus edukasi gizi yang dilakukan Majelis Kesehatan Pimpinan Pusat Aisyiyah (Makes PPA) bersama Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) kepada masyarakat terdampak banjir bandang di Nagari Salareh Aia, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Dalam kegiatan tersebut, para kader Aisyiyah memberikan edukasi kepada para ibu yang memiliki balita mengenai pentingnya pemberian asupan bergizi, termasuk cara menyiapkan susu pertumbuhan yang benar.
"Yang penting diperhatikan adalah kebersihan tangan sebelum menyiapkan susu, lalu suhu air yang digunakan sebaiknya air hangat atau suam-suam kuku," ujar salah satu kader saat memberikan demonstrasi kepada para peserta.
Edukasi gizi penting di masa pemulihan pascabencana. Wakil Ketua Majelis Kesehatan PP Aisyiyah, Chairunnisa, menjelaskan bahwa edukasi gizi menjadi kebutuhan penting, terutama bagi keluarga yang sedang berada dalam masa pemulihan pascabencana.
Cara menyeduh susu yang tepat untuk Balita. Dalam sesi edukasi, para kader juga memberikan panduan praktis agar nutrisi dalam susu pertumbuhan tetap terjaga.
1. Gunakan air hangat, bukan air mendidih. Air yang terlalu panas dapat merusak sejumlah zat gizi penting dalam susu, seperti protein, vitamin, dan mineral tertentu. Sebaiknya gunakan air matang yang telah didinginkan hingga bersuhu hangat atau suam-suam kuku.
2. Pastikan wadah dalam kondisi bersih. Botol susu maupun gelas yang digunakan harus dicuci dengan bersih sebelum digunakan. Kebersihan wadah sangat penting untuk mencegah risiko infeksi saluran pencernaan dan diare pada anak.
3. Ikuti takaran sesuai petunjuk. Takaran susu sebaiknya mengikuti petunjuk yang tertera pada kemasan. Susu yang terlalu encer dapat membuat anak kekurangan energi dan nutrisi, sedangkan susu yang terlalu pekat berpotensi membebani sistem pencernaan.
Cegah stunting sejak dini. Melalui edukasi ini, PP Aisyiyah berharap para orang tua semakin memahami pentingnya kualitas asupan gizi bagi anak, terutama pada masa pertumbuhan. Selain memilih makanan yang bergizi, cara mengolah dan menyajikan makanan maupun susu juga menjadi faktor penting yang dapat mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Dengan pemahaman yang tepat, risiko kekurangan gizi dan stunting dapat dicegah sejak dini, termasuk pada keluarga yang tengah menjalani masa pemulihan pascabencana.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.

