Fokus Rembang | Pemerintah Kabupaten Kebumen terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir. Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup (HLH) Sedunia Tahun 2026, Pemkab Kebumen menggelar aksi penanaman pohon serentak di kawasan Pantai Logending, Kecamatan Ayah.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap program “Mageri Segoro” yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebagai upaya memperkuat perlindungan kawasan pesisir melalui penanaman mangrove dan vegetasi pantai.
Aksi penghijauan di Pantai Logending terhubung secara virtual dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup tingkat Provinsi Jawa Tengah yang dipusatkan di Pantai Tirang, Kota Semarang dan dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.
Di Kebumen, kegiatan dihadiri Bupati Kebumen Lilis Nuryani, Ketua DPRD Kebumen, jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, Asisten dan Staf Ahli Bupati, pimpinan OPD, Kepala Cabang Dinas Kehutanan Wilayah VIII, BPDAS Serayu Opak Progo, Perhutani, Forkopimcam Ayah, TNI AL, Kelompok Tani Hutan (KTH) Pansela, mitra kerja, pegiat lingkungan, hingga para pelajar.
Kegiatan diawali dengan apel yang dipimpin langsung oleh Bupati Lilis Nuryani. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengambil peran nyata dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 1.500 bibit tanaman ditanam di kawasan Pantai Logending. Bibit yang ditanam terdiri atas 1.100 batang bakau (Rhizophora), 100 batang cemara laut, 100 batang ketapang laut, serta masing-masing 50 batang kelapa genjah entog, nyamplung, mangga kioji, dan jambu deli madu.
Pemkab Kebumen turut menyampaikan apresiasi kepada PT Borneo Indobara, PT Hutan Rindang Banua, dan Yayasan Yagasu yang telah berkontribusi dalam penyediaan bibit dan sarana pendukung kegiatan penghijauan.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kelautan dan Perikanan (DLHKP) Kabupaten Kebumen, Asep Nurdiana, mengatakan program “Mageri Segoro” akan terus berlanjut hingga Juli 2026.
Sebanyak 11.300 batang bibit mangrove siap ditanam di lima desa pesisir, yaitu Desa Jogosimo, Tanggulangin, Ayam Putih, Waluyorejo, dan Karangduwur.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh jumlah pohon yang ditanam, tetapi juga oleh komitmen dalam merawat dan menjaga tanaman hingga tumbuh dengan baik.
Sebelumnya, aksi “Mageri Segoro” juga telah dilaksanakan di Desa Lembupurwo pada akhir Mei 2026 dengan menanam 1.500 bibit mangrove. Dengan tambahan penanaman di Pantai Logending dan sejumlah desa pesisir lainnya, total bibit yang dialokasikan dalam program “Mageri Segoro” di Kabupaten Kebumen tahun ini mencapai 14.300 batang.
Dengan demikian, Pemkab Kebumen terus memperkuat berbagai program pelestarian lingkungan melalui penghijauan, pengelolaan sampah, konservasi sumber daya alam, serta pengendalian pencemaran lingkungan.
Komitmen ini menunjukkan bahwa Pemkab Kebumen serius dalam menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Penanaman pohon di kawasan pesisir ini diharapkan dapat membantu menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar.
Dengan demikian, diharapkan program “Mageri Segoro” dapat menjadi contoh bagi daerah lain untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.

