Fokus Rembang | Timnas Indonesia akan menghadapi Mozambik pada FIFA Match Day di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Selasa (9/6). Pelatih John Herdman mengingatkan anak asuhnya untuk mewaspadai kecepatan khas tim Afrika yang menjadi senjata utama lawan.
Indonesia datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah mengalahkan Oman 3-0 pada pertandingan FIFA Match Day sebelumnya. Hasil tersebut menjadi modal penting bagi skuad Garuda untuk kembali meraih kemenangan sekaligus melanjutkan tren positif menjelang agenda internasional berikutnya.
"Misi kami untuk laga ini adalah mendapatkan dua kemenangan berturut-turut dan melanjutkan jalur kemenangan tersebut," kata Herdman dalam konferensi pers jelang pertandingan, Senin (8/6).
Indonesia ingin lanjutkan tren positif dengan memanfaatkan waktu persiapan dalam beberapa hari terakhir untuk mengevaluasi penampilan saat menghadapi Oman. Herdman menjelaskan masih ada sejumlah aspek permainan yang perlu diperbaiki agar Indonesia bisa tampil lebih baik ketika menghadapi Mozambik.
"Kami merayakan hal-hal yang kami lakukan dengan baik. Kami berharap dapat membawanya ke pertandingan besok," ujarnya.
Herdman berharap dukungan suporter kembali memenuhi SUGBK seperti saat Indonesia menghadapi Oman. Ia menilai atmosfer yang diciptakan para pendukung menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan motivasi pemain di lapangan.
Mozambik dinilai memiliki karakter permainan yang berbeda dibanding Oman. Berdasarkan pengamatannya, Herdman melihat lawannya memiliki kekuatan utama dalam transisi permainan dan serangan balik cepat.
"Mereka adalah negara Afrika. Mereka memiliki gaya permainan yang sangat spesifik, transisional dan kecepatan tinggi. Jadi kami harus siap untuk apa yang akan datang," kata Herdman.
Herdman mencari keseimbangan menyerang dan bertahan dengan menyadari bahwa Indonesia selama ini bermain dengan garis pertahanan cukup tinggi dan menempatkan banyak pemain di area serang untuk mendominasi penguasaan bola.
Namun, strategi tersebut juga memiliki risiko ketika menghadapi tim yang kuat dalam serangan balik seperti Mozambik.
Karena itu, ia menilai pertandingan ini akan menjadi ujian penting untuk menemukan keseimbangan antara agresivitas menyerang dan disiplin bertahan.
"Kami menyadari bahwa ketika mereka mengirim bola ke pertahanan kami, itu akan menjadi masalah bagi kami karena kecepatan mereka," ujarnya.
Pelatih berusia 50 tahun itu berharap para pemain mampu menjaga konsentrasi sepanjang pertandingan dan tidak memberikan ruang bagi lawan untuk mengembangkan permainan.
Garuda bidik clean sheet kedua beruntun dengan menargetkan Indonesia kembali mencatatkan clean sheet setelah sukses tidak kebobolan saat mengalahkan Oman.
"Oleh sebab itu, laga ini akan menjadi momentum menarik untuk melihat bagaimana para pemain bisa tetap berkonsentrasi. Dan sekali lagi menjaga clean sheet. Itu akan sangat penting untuk pertandingan ini," katanya.
Bagi Indonesia, laga melawan Mozambik bukan hanya soal hasil akhir. Pertandingan ini juga menjadi bagian penting dari persiapan menuju target yang lebih besar, yakni tampil kompetitif pada Piala Asia 2027.
Dengan demikian, Indonesia harus mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi Mozambik dan mencapai target yang diinginkan.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.

