Fokus Rembang | Baterai merupakan komponen paling vital dalam ekosistem kendaraan roda dua ramah lingkungan. Ketika performa kendaraan mulai menurun, jarak tempuh berkurang, atau proses pengisian daya berjalan tidak normal, hal tersebut menjadi indikasi kuat adanya permasalahan pada sistem penyimpanan daya tersebut.
Salah satu kendala yang paling sering ditemukan pada jenis baterai lithium-ion adalah terjadinya cell imbalance atau ketidakseimbangan tegangan serta kapasitas antar-sel di dalam baterai. Kondisi ini mengakibatkan pasokan daya menjadi tidak optimal lantaran adanya perbedaan performa antar-sel penopangnya.
Pemilik bengkel spesialis kendaraan listrik di Bekasi, Abdulah, menjelaskan bahwa penanganan komparasi tegangan sel yang timpang tersebut menuntut pembongkaran total secara teliti.
“Prosesnya pasti pertama kita bongkar dari pack baterainya. Setelah dibongkar, kemudian kita melakukan pengecekan sel satu per satu,” ujar Abdulah.
Abdulah menambahkan, apabila terdapat sel yang memiliki gap tegangan terlampau jauh, sistem manajemen baterai atau Battery Management System (BMS) secara otomatis akan membatasi performa keseluruhan demi menjaga faktor keamanan berkendara. Situasi inilah yang memicu baterai menjadi lebih cepat habis.
Setelah tahapan balancing selesai, uji laboratorium internal dilakukan untuk memvalidasi keseragaman tegangan. Jika ditemukan adanya sel yang mengalami penurunan performa secara permanen, maka penggantian komponen sel secara parsial wajib dilakukan.
“Setelah itu, kita drain (kuras dayanya) sampai nol, lalu kita isi penuh lagi sampai full. Jadi semuanya kembali rata,” kata Abdulah menjelaskan protokol akhir perbaikan baterai.
Mengenai pemicunya, Abdulah memaparkan bahwa cell imbalance umumnya disebabkan oleh tiga faktor utama, yakni toleransi karakteristik bawaan pabrik sejak awal produksi, faktor usia pakai yang memicu degradasi sel secara tidak merata, serta kebiasaan pengisian daya yang buruk—seperti membiarkan baterai kosong terlalu lama atau melakukan pengisian daya dalam kondisi suhu baterai masih panas.
Redaksi menekankan pentingnya penanganan dini terhadap gejala ketidakseimbangan sel ini. Jika dibiarkan berlarut-larut, kapasitas total baterai dipastikan akan terus merosot dan berpotensi memicu kerusakan domino pada sel-sel baterai lainnya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.

