Fokus Rembang – 18 April 2026 | Seorang bintang sepak bola dunia, Lionel Messi, kini harus menghadapi proses hukum di Amerika Serikat setelah tidak tampil dalam laga persahabatan antara timnas Argentina melawan Venezuela yang digelar pada 10 Oktober 2025. Perusahaan penyelenggara acara berbasis di Miami, VID Music Group, mengajukan sepuluh gugatan ke Pengadilan Federal Selatan Florida, menuntut tidak hanya Messi, tetapi juga Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) dan agen pihak ketiga, Julian Marcos Kapelan.
Menurut dokumen gugatan, Messi diduga bersekongkol dengan Kapelan dan AFA untuk menandatangani kontrak di bawah pretensi palsu (false pretenses). Pihak VID menuduh bahwa AFA serta Kapelan menjanjikan penampilan Messi demi menarik sponsor dan penonton, padahal mereka sudah mengetahui bahwa pemain bintang tersebut kemungkinan besar tidak akan bermain. Tuduhan tersebut mencakup misrepresentasi secara lalai, pelanggaran kontrak, serta penipuan yang merugikan nilai komersial acara.
Laga uji coba yang dimaksud berlangsung di Hard Rock Stadium, Florida, dengan kapasitas mencapai lebih dari 65.000 tempat duduk. Namun, kehadiran Messi tidak menghasilkan dampak yang diharapkan. VID melaporkan hanya sekitar 15.000 penonton yang hadir, setara dengan 23 persen dari total kapasitas stadion. Dalam perjanjian, VID berhak menerima 25 persen nilai kontrak apabila Messi tidak tampil, tetapi pembayaran tersebut tidak pernah diberikan oleh AFA.
Selain Messi, gugatan juga menyoroti kerugian finansial yang diderita VID. Perusahaan mengklaim telah mengeluarkan sekitar 7 juta dolar AS untuk memperoleh hak eksklusif menyelenggarakan dua pertandingan uji coba Argentina di AS. Selain itu, VID melaporkan kerugian lebih dari 1,3 juta dolar setelah sebuah pertandingan yang semula dijadwalkan di Chicago harus dipindahkan ke Fort Lauderdale karena alasan keamanan.
Meski tidak bermain, Messi sempat terlihat berada di tribun stadion bersama keluarganya, fasilitas yang disediakan secara khusus oleh VID. Kejadian ini menambah kontroversi, mengingat hanya sehari setelah laga tersebut, Messi tampil bersama klub Inter Miami CF dan mencetak dua gol dalam kemenangan 4-0 melawan Atlanta United FC. Dua hari kemudian, ia kembali memperkuat Argentina dalam pertandingan melawan Puerto Rico, mencatatkan dua assist dalam kemenangan telak 6-0.
Pihak AFA juga mendapat tuduhan pelanggaran kontrak terkait tiga pertandingan lainnya, termasuk laga melawan Puerto Rico dan dua pertandingan tambahan yang direncanakan di Amerika Serikat pada Juni 2026. Sementara itu, Julian Marcos Kapelan dituduh melakukan penipuan serta terlibat dalam negosiasi yang tidak sah antara VID dan AFA, meskipun lisensi agen FIFA miliknya telah kedaluwarsa.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Messi, AFA, maupun Kapelan mengenai gugatan tersebut. Kasus ini menyoroti betapa pentingnya peran pemain bintang dalam nilai komersial sepak bola internasional, serta menegaskan bahwa kegagalan memenuhi kewajiban kontrak dapat berujung pada tindakan hukum yang signifikan.
Gugatan ini juga menjadi peringatan bagi federasi dan agen dalam mengelola ekspektasi sponsor serta penonton, khususnya ketika mengandalkan satu pemain sebagai daya tarik utama. Dengan proses hukum yang sedang berjalan, hasil akhir kasus ini akan memberikan preseden penting bagi penanganan kontrak komersial di dunia olahraga.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.

