Fokus Rembang – 18 April 2026 | Jakarta, 19 April 2026 – Mantan ganda putra legendaris Indonesia, Hendra Setiawan, resmi masuk ke skuad pelatih tim nasional pada Piala Thomas 2026 yang akan digelar di Horsens, Denmark. Penunjukan ini menandai babak pertama Hendra mengemban peran sebagai pelatih dalam kompetisi beregu paling bergengsi di dunia bulu tangkis.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Berbeda dengan kariernya sebagai pemain yang pernah mengantongi medali emas Olimpiade Beijing 2008, kini Hendra harus menavigasi dinamika tim dari bangku kepelatihan. “Lebih pusing juga kali ya,” ujar Hendra dengan nada bercanda saat diwawancarai oleh media setempat. Ia menambahkan, “Sebagai pelatih, saya harus mengatur strategi, menentukan kombinasi pasangan, serta membaca kondisi lawan secara real time. Itu jauh lebih kompleks dibandingkan hanya mempersiapkan diri untuk bertanding.”

Penugasan Hendra tidak lepas dari kehadiran anak asuhnya, pasangan muda Sabar Karyaman Gutama dan Moh Reza Pahlevi Isfahani, yang juga masuk dalam skuad Indonesia. Kedua pemain muda ini diharapkan menjadi andalan dalam kategori ganda putra, sekaligus menjadi batu ujian bagi Hendra dalam mengelola generasi baru bulu tangkis Indonesia.

Dalam sebuah pernyataan resmi PBSI, Hendra menegaskan akan bekerja sama erat dengan pelatih timnas, Antonius Budi Ariantho, serta Ko Anton, yang akan memberikan bimbingan taktik dan teknis. “Saya masih belajar banyak, terutama dalam hal membuat keputusan cepat di tengah pertandingan. Ko Anton akan menjadi mentor penting dalam proses ini,” jelas Hendra.

Seiring persiapan menuju Denmark, Hendra juga membuka kemungkinan tukar pasangan antara Sabar/Reza dengan pasangan lain dalam tim. “Ya ada pasti rencana tukar pasangan. Dalam beregu, kami sudah siapkan Plan A dan Plan B. Jika pasangan yang saat ini dirasa belum klop, kami bisa mengubahnya sesuai kebutuhan tim,” ungkapnya. Rencana tersebut melibatkan pasangan pelatnas lain seperti Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin.

Strategi fleksibel ini menjadi penting mengingat grup Indonesia pada Piala Thomas 2026 akan berhadapan dengan tim-tim kuat seperti Prancis, Thailand, dan Aljazair. Selain ganda putra, skuad Indonesia juga menampilkan pemain tunggal unggulan seperti Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting, serta talenta muda Alwi Farhan dan Moh Zaki Ubaidillah.

Pengalaman Hendra dalam kompetisi beregu tidak dapat diabaikan. Ia telah memperkuat tim Indonesia sembilan kali sejak debutnya pada Piala Thomas 2006, termasuk berperan penting pada penaklukan gelar ke-14 Indonesia pada 2020. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi modal utama dalam mengatasi tekanan dan mengambil keputusan taktis di level tertinggi.

Namun, Hendra menyadari pergeseran peran ini bukan tanpa tantangan. “Jika dulu sebagai pemain saya cukup fokus pada persiapan fisik dan mental pribadi, sekarang saya harus memperhitungkan kondisi setiap pemain, strategi lawan, dan dinamika tim secara keseluruhan,” ujarnya. Ia menambahkan, “Ini adalah proses belajar yang berkelanjutan, dan saya berkomitmen memberikan yang terbaik untuk Indonesia.”

Para pengamat menilai bahwa kehadiran Hendra sebagai pelatih dapat memberikan sentuhan taktik yang fresh, terutama dalam memadukan pengalaman veteran dengan energi pemain muda. Diharapkan, kombinasi ini akan memperkuat mental juara Indonesia dan menambah peluang meraih gelar di Piala Thomas 2026.

Dengan agenda pertandingan dijadwalkan antara 24 April hingga 3 Mei, tim Indonesia kini tengah berlatih intensif di kamp pelatihan nasional. Fokus utama tetap pada penyusunan skema pertandingan, peningkatan kebugaran, serta penyelarasan mental antar pemain. Hendra Setiawan, yang kini menapaki peran pelatih, siap menjadi bagian penting dalam upaya tersebut.

Keberhasilan Indonesia di Piala Thomas 2026 akan menjadi tolok ukur penting bagi generasi baru bulu tangkis tanah air, sekaligus menegaskan kembali komitmen PBSI dalam mengembangkan kepelatihan berkualitas. Bagi Hendra Setiawan, tantangan baru ini bukan sekadar peran, melainkan panggilan untuk melanjutkan warisan prestasi Indonesia di panggung bulu tangkis dunia.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.