Fokus Rembang | Sabtu, 13 Juni 2026, adalah hari yang seharusnya penuh kejelasan bagi ribuan keluarga di Jawa Barat. Namun, hari itu berubah menjadi ladang kecemasan ketika portal resmi Dinas Pendidikan Provinsi Jabar mendadak lumpuh total dan gagal diakses tepat pada momen krusial pengumuman pemetaan siswa.
Situs berbasis digital tersebut macet total dan hanya menampilkan laman kosong. Terhitung sudah 2 jam 52 menit—dimulai dari tenggat waktu yang dijanjikan pada pukul 13.00 WIB—pusat informasi penerimaan sekolah itu membeku tanpa kepastian, memicu kepanikan massal di kalangan orang tua.
Di sudut lain, ketegangan ini sangat dirasakan oleh Radieth, seorang calon siswa yang terpaksa menelan kekecewaan bersama nenek tercintanya. Sang nenek yang sedari siang setia mendampingi cucunya, harus ikut menanggung beban psikologis akibat buruknya kesiapan peladen (server) publik tersebut.
Ekspresi kekecewaan mendalam pun tak bisa disembunyikan dari wajah-wajah para wali murid yang merasa hak informasi anak-anak mereka telah diabaikan.
“Kami selaku masyarakat sudah mempersiapkan segala prosesnya secara matang dan profesional. Namun, begitu tiba waktunya melihat hasil, sistem yang seharusnya melayani kami malah tumbang. Sebagai pengguna layanan, kami sangat dirugikan karena tidak bisa menikmati fasilitas ini,” ujar salah satu perwakilan orang tua murid dengan nada getir.
Kekacauan teknis yang terus berulang di momen-momen genting seperti ini memicu gelombang protes keras. Publik menilai Disdik Jabar tidak belajar dari pengalaman masa lalu dan terkesan meremehkan kesiapan infrastruktur teknologi mereka sendiri.
Janji manis pengumuman yang tepat waktu kini dinilai tak lebih dari sekadar harapan palsu. Kini, sorotan tajam langsung mengarah kepada kepemimpinan daerah. Warga mendesak Kang Dedi Mulyadi selaku orang nomor satu di Jawa Barat untuk segera mengambil tindakan tegas.
Kasus ini dinilai membutuhkan atensi langsung dari Gubernur guna merombak total sistem pengumuman yang karut-marut agar tragedi digital semacam ini tidak menjadi tradisi tahunan.
Sampai berita ini diturunkan, pihak otoritas Disdik Jawa Barat masih bungkam dan belum memberikan klarifikasi maupun solusi darurat terkait kapan portal tersebut bisa kembali beroperasi normal.
Dengan demikian, ribuan wali murid terjebak di situs Disdik Jabar yang gagal dan kepanikan massal masih terus berkembang.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.

