Fokus Rembang | Tanah Laut, 20 April 2026 – Pemerintah Kabupaten Tanah Laut menggelar serangkaian kegiatan peringatan Hari Kartini ke-147 secara megah di Balairung Tuntung Pandang. Rangkaian acara yang dipimpin oleh Ketua Tim Penggerak PKK (TP PKK) Kabupaten Tanah Laut, Hj. Dian Rahmat, menonjolkan kombinasi aksi lingkungan, pelestarian budaya, dan pemberdayaan perempuan yang diselaraskan dengan tema tahun ini, “Semangat Kartini Inspirasi Lintas Generasi”.
Acara dimulai pada Senin pagi dengan sambutan resmi dari Hj. Dian Rahmat yang menegaskan pentingnya menghidupkan kembali nilai‑nilai perjuangan R.A. Kartini dalam konteks modern. “Kita harus meneladani semangat Kartini, bukan sekadar mengenang, melainkan mengaplikasikannya dalam tantangan zaman sekarang,” ujarnya sambil menyoroti agenda edukatif yang akan dilaksanakan selama dua hari ke depan.
Sebelumnya, pada hari Minggu, warga Tanah Laut telah berpartisipasi dalam “Jalan Santai” di Pantai Batakan Baru, sebuah kegiatan yang menggabungkan olahraga ringan dengan kampanye kebersihan pantai. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kesadaran lingkungan, tetapi juga menjadi ajang sosialisasi nilai kebersamaan yang menjadi inti peringatan Hari Kartini tahun ini.
Hari ini, Balairung Tuntung Pandang dipenuhi dengan stan‑stan kreatif yang menampilkan produk kerajinan lokal, pertunjukan seni tradisional, serta workshop keterampilan bagi perempuan. Salah satu sorotan utama adalah kehadiran Dewi Motik, tokoh seni budaya yang dikenal luas di Kalimantan Selatan. Dewi Motik menyampaikan pidato yang menginspirasi, menekankan pentingnya perempuan untuk terus berinovasi sambil melestarikan warisan budaya.
“Sebagai perempuan, kita memiliki peran ganda: menjaga tradisi dan sekaligus mendorong perubahan. Kartini mengajarkan kita untuk berani bermimpi, dan saya mengajak generasi muda untuk menjadikan mimpi itu nyata,” ujar Dewi Motik di depan para peserta.
Selama sesi diskusi panel, para pemuka masyarakat, aktivis gender, dan perwakilan pemerintah membahas strategi konkret untuk meningkatkan kapasitas perempuan di daerah pedesaan. Topik yang diangkat meliputi akses pendidikan, pelatihan kewirausahaan, serta peningkatan partisipasi perempuan dalam proses pengambilan keputusan di tingkat desa.
Hj. Dian Rahmat menambahkan, “Kami telah menyiapkan program pelatihan keterampilan digital dan usaha mikro bagi ibu‑ibu rumah tangga. Dengan dukungan TP PKK, perempuan Tanah Laut dapat mengakses peluang ekonomi baru yang sebelumnya belum terjangkau.” Program tersebut mencakup pelatihan penggunaan aplikasi e‑commerce, manajemen keuangan dasar, serta pemasaran produk kerajinan secara online.
Selain itu, kegiatan hari ini juga menampilkan lomba pidato remaja dengan tema “Kartini di Era Digital”. Para peserta, yang sebagian besar berasal dari SMP dan SMA setempat, menyampaikan gagasan kreatif tentang bagaimana teknologi dapat menjadi alat pemberdayaan perempuan. Pemenang lomba berhak mengikuti pelatihan intensif selama tiga bulan di pusat pelatihan kewirausahaan provinsi.
Tak kalah penting, acara ini menyajikan pameran foto yang menelusuri jejak perjalanan Kartini sejak masa kolonial hingga era modern. Pameran tersebut dirancang untuk mengedukasi generasi muda tentang sejarah perjuangan hak perempuan, sekaligus menumbuhkan rasa kebanggaan akan warisan budaya Indonesia.
Di penghujung acara, diadakan penyerahan penghargaan kepada tiga kelompok PKK yang berhasil mengimplementasikan program inovatif di wilayah masing‑masing. Penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh komunitas PKK untuk terus berinovasi dan berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan.
Dengan serangkaian program yang terintegrasi, TP PKK Tanah Laut berharap semangat Kartini tidak hanya menjadi kenangan, melainkan menjadi motor penggerak perubahan sosial yang berkelanjutan. “Kami ingin setiap perempuan di Tanah Laut merasakan bahwa mereka memiliki peran penting dalam pembangunan daerah, dan kami siap mendampingi mereka sepanjang perjalanan,” tutup Hj. Dian Rahmat.
Keseluruhan rangkaian kegiatan memperlihatkan sinergi antara pemerintah, lembaga kemasyarakatan, dan tokoh budaya dalam mewujudkan visi Kartini yang relevan dengan tantangan zaman. Diharapkan, momentum ini dapat menumbuhkan generasi perempuan yang berdaya, kreatif, dan siap menjadi agen perubahan di masa depan.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.

