Fokus Rembang | Dalam upaya memperkuat keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kabupaten Jepara, Satbinmas Polres Jearea menggelar kegiatan silaturahmi yang melibatkan komunitas motor trail ATC Desa Bondo. Acara yang dilaksanakan di GOR Desa Bondo ini menjadi ajang pertukaran informasi, koordinasi, serta pembinaan hubungan yang lebih erat antara aparat kepolisian dan pecinta motor trail.
Kegiatan dimulai dengan sambutan Kepala Seksi Intelijen dan Hubungan Masyarakat (Satbinmas) Polres Jepara, Kombes Pol. Irfan Maulana, yang menekankan pentingnya sinergitas antara aparat dan elemen masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman. “Kami mengundang komunitas ATC karena mereka memiliki jaringan luas di kalangan pecinta motor dan dapat menjadi mitra strategis dalam pencegahan tindak kriminal,” ujar Irfan.
Selanjutnya, Ketua Komunitas ATC Desa Bondo, Budi Santoso, menyampaikan apresiasi atas perhatian kepolisian. Ia menegaskan bahwa anggota komunitas bersedia berperan aktif dalam mengawasi kegiatan yang dapat mengganggu ketertiban, termasuk pemantauan jalanan, laporan pelanggaran lalu lintas, dan pencegahan peredaran narkoba di wilayah pedesaan.
Pada sesi diskusi, kedua belah pihak membahas sejumlah isu kritis yang dihadapi desa, antara lain peningkatan kejahatan jalanan, peredaran barang selundup, serta tantangan keamanan selama event balap motor informal. Satbinmas Polres Jepara menyoroti data kriminalitas bulan-bulan terakhir yang menunjukkan tren peningkatan kasus pencurian sepeda motor di area sekitar Bondo. Sebagai respons, polisi mengusulkan program patroli bersama yang melibatkan relawan komunitas ATC pada akhir pekan.
Program patroli bersama direncanakan akan dilaksanakan setiap Sabtu pagi, dengan titik fokus di jalan utama Desa Bondo, area pasar, dan jalur masuk ke hutan yang sering dijadikan tempat balapan liar. Anggota komunitas akan dilengkapi dengan walkie-talkie dan pelatihan singkat mengenai prosedur pelaporan kepada pihak berwajib.
Selain patroli, kegiatan ini juga menampilkan sesi edukasi tentang keselamatan berkendara, pentingnya penggunaan helm, serta tata cara melaporkan kegiatan mencurigakan. Instruktur kepolisian memberikan demonstrasi teknik dasar penanganan kecelakaan ringan, sementara anggota ATC berbagi pengalaman mereka dalam mengatur lomba trail yang aman dan tertib.
Tak hanya itu, Polres Jepara memanfaatkan kesempatan ini untuk memperkenalkan program “Kampanye Anti Narkoba” yang akan digulirkan di sekolah-sekolah desa pada bulan mendatang. Fokus program adalah penyuluhan kepada remaja mengenai bahaya narkoba serta cara-cara menghindari pergaulan negatif. Budi menambahkan bahwa komunitas ATC siap membantu penyuluhan dengan mengadakan workshop kreatif yang melibatkan peserta dari kalangan remaja pecinta motor.
Acara diakhiri dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Satbinmas Polres Jepara dan komunitas ATC Desa Bondo. MoU mencakup komitmen bersama dalam pertukaran data, pelatihan keamanan, serta dukungan logistik dalam penyelenggaraan event resmi. Kedua belah pihak sepakat untuk melakukan evaluasi rutin setiap tiga bulan guna menilai efektivitas kerja sama.
Keberhasilan silaturahmi ini diharapkan menjadi contoh bagi wilayah lain di Jawa Tengah dalam membangun kolaborasi antara aparat keamanan dan komunitas lokal. Dengan sinergitas yang terjaga, Satbinmas Polres Jepara optimis dapat menurunkan angka kejahatan, meningkatkan rasa aman warga, serta menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan olahraga motor trail yang bertanggung jawab.
Secara keseluruhan, pertemuan ini menegaskan kembali komitmen Polres Jepara untuk melibatkan semua elemen masyarakat dalam upaya menjaga kamtibmas. Diharapkan, sinergi antara Satbinmas dan komunitas ATC Desa Bondo akan menjadi fondasi kuat bagi program keamanan berkelanjutan di masa depan.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.

