Fokus Rembang | Polres Tabalong bersama instansi terkait menggelar pemeriksaan ramp check (ramcheck) terhadap sembilan unit bus yang akan mengangkut jemaah calon haji asal Kabupaten Tabalong. Kegiatan ini dilaksanakan pada sore hari Sabtu, 25 April 2026, di kantor UPTD Balai Pengujian KIR Kabupaten Tabalong, Kecamatan Murung Pudak, sebagai bagian dari upaya menjamin keselamatan di jalur transportasi publik menjelang musim haji.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Ramcheck melibatkan sejumlah pejabat kunci, antara lain Kompol Abdul Fatah selaku Kabag Operasi Polres Tabalong, Haji Hamrani sebagai Kabag Kesra Kabupaten Tabalong, AKP Oki Hermawan selaku Kasat Lantas Polres Tabolong, serta Makarius Jatmiko selaku Kepala BLUD UPT PKB Kabupaten Tabalong. Selain itu, personel Satlantas dan petugas pengujian kendaraan turut serta dalam proses inspeksi.

Tim inspeksi memfokuskan pemeriksaan pada sembilan bus bermerk Pulau Indah yang direncanakan untuk mengangkut jamaah haji. Tidak hanya kendaraan utama, tim juga memeriksa empat kendaraan pendukung: dua mobil pengawalan Satlantas, satu mobil Dinas Perhubungan, dan satu mobil Satpol PP. Pemeriksaan mencakup aspek teknis yang meliputi sistem pengereman, kelistrikan lampu, kondisi ban, pintu darurat, serta wiper. Seluruh dokumen kendaraan, termasuk KIR (Kartu Izin Registrasi) dan STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan), juga diverifikasi keabsahannya.

Dalam proses pengecekan, petugas menyoroti pentingnya fungsi rem yang optimal, terutama pada kendaraan yang akan menempuh jarak jauh dan menyalurkan ribuan penumpang. Pemeriksaan lampu utama, lampu rem, serta lampu posisi dilakukan untuk memastikan visibilitas yang cukup dalam kondisi malam atau cuaca buruk. Kondisi ban diperiksa secara menyeluruh, mencakup kedalaman tapak, tekanan udara, dan tidak adanya kerusakan yang dapat mengganggu stabilitas kendaraan.

  • Pintu darurat harus berfungsi dengan baik dan tidak terhalang.
  • Wiper harus dapat membersihkan kaca depan secara efektif.
  • Dokumen KIR dan STNK wajib lengkap dan masih berlaku.

Hasil inspeksi menunjukkan bahwa semua sembilan bus memenuhi standar kelayakan jalan yang ditetapkan oleh aparat. Kendaraan pendukung juga dinyatakan layak, dengan catatan minor yang sudah diperbaiki pada saat pemeriksaan. Kepala BLUD UPT PKB Kabupaten Tabalong, Makarius Jatmiko, menegaskan bahwa proses ramcheck ini tidak hanya sekadar formalitas, melainkan upaya konkret untuk mencegah potensi kecelakaan di jalan raya.

“Kami berkomitmen memastikan setiap kendaraan yang mengangkut jemaah haji berada dalam kondisi prima. Ramcheck ini adalah bagian dari langkah preventif kami untuk melindungi nyawa penumpang,” ujar Makarius Jatmiko dalam sambutan singkatnya.

Kompol Abdul Fatah menambahkan bahwa kolaborasi antar instansi menjadi kunci keberhasilan ramcheck. “Sinergi antara Polres, Satlantas, Dinas Perhubungan, dan pihak pengelola bus sangat penting. Dengan kerja sama ini, kami dapat melakukan pengecekan menyeluruh dalam waktu singkat,” ujarnya.

Selain aspek teknis, tim juga menekankan pentingnya kesadaran pengemudi dan penumpang akan prosedur keselamatan. Pengemudi diharapkan mematuhi batas kecepatan, menjaga jarak aman, serta melakukan istirahat yang cukup selama perjalanan. Penumpang diminta untuk selalu memakai sabuk pengaman bila tersedia, serta mengikuti petunjuk evakuasi dalam keadaan darurat.

Ramcheck ini menjadi bagian dari rangkaian persiapan yang lebih luas menjelang keberangkatan jemaah haji. Pemeriksaan serupa juga dijadwalkan di kabupaten lain di Provinsi Hulu Sungai Selatan, menandakan komitmen pemerintah daerah dalam menegakkan standar keamanan transportasi massal.

Dengan hasil ramcheck yang positif, diharapkan perjalanan jemaah haji Tabalong ke Tanah Suci dapat berlangsung aman dan lancar. Masyarakat setempat menyambut baik upaya tersebut, mengingat pentingnya perlindungan bagi para jamaah yang akan menunaikan ibadah haji pertama kali atau yang telah berulang kali melakukannya.

Kesimpulannya, ramcheck yang dilakukan oleh Polres Tabalong dan mitra kerjanya berhasil memastikan kelayakan teknis serta administratif sembilan bus dan empat kendaraan pendukung. Langkah ini tidak hanya meningkatkan tingkat keamanan, tetapi juga memberikan rasa percaya kepada jemaah haji serta keluarga mereka bahwa perjalanan akan dijalankan dengan standar keselamatan tertinggi.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.