Fokus Rembang | Barisan pemuda Nahdliyin di Kecamatan Bodeh, Kabupaten Pemalang, menggelar prosesi pelantikan resmi bagi Pengurus PAC GP Ansor Bodeh periode 2026–2029. Upacara yang berlangsung pada Minggu, 26 April 2026, digelar di GOR Desa Kelangdepok dan dihadiri oleh jajaran elit organisasi serta perwakilan pemerintah setempat.
Acara tersebut bertepatan dengan Harlah ke-92 GP Ansor, menjadikannya momentum sakral bagi para pengurus baru untuk mengikrarkan komitmen perjuangan. Di antara hadirin terdapat perwakilan PW GP Ansor Jawa Tengah, PC GP Ansor Pemalang, serta organisasi sayap NU lainnya seperti Muslimat, Fatayat, IPNU, dan IPPNU. Anggota DPRD Kabupaten Pemalang dari Fraksi Golkar, Siswanto, yang juga merupakan warga Bodeh, turut memberikan dukungan.
Ketua terpilih Riyatno membuka pidato pertamanya dengan menegaskan bahwa pelantikan ini merupakan titik awal kerja nyata. Ia menyoroti pentingnya kontinuitas kepemimpinan melalui program kaderisasi yang kuat. \”Fokus kami dalam tiga tahun ke depan adalah memastikan estafet kepemimpinan berjalan mulus. Kader IPNU hari ini harus siap menjadi pemimpin Ansor di masa depan. Kami siap memaksimalkan seluruh potensi yang ada,\” ujar Riyatno dengan penuh optimisme.
Dalam rangka menghidupkan semangat Marwah Organisasi, Riyatno memaparkan tiga pilar utama program kerja PAC GP Ansor Bodeh:
- Kaderisasi Intensif: pelatihan kepemimpinan, dakwah, dan pelayanan sosial bagi anggota muda.
- Program RHAPSODI: Resik, Hijau, Apik, Peduli, dan Obyektif, sebagai agenda lingkungan dan kebersihan daerah.
- Sinergi Pemalang Bercahaya: kolaborasi dengan pemerintah daerah untuk mewujudkan visi \”Bersih, Cakap, Handal, dan Mulya\”.
Penguatan sinergi ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Pemalang. Camat Bodeh, Harinto, S.STP., yang mewakili Bupati Anom Widiyantoro, menyampaikan pesan khusus agar pengurus baru segera mengakselerasi program-program tersebut. Ia menekankan bahwa GP Ansor Bodeh harus menjadi garda terdepan dalam mewujudkan visi \”Pemalang Bercahaya\” serta menjadi agen perubahan yang aktif dalam mengatasi permasalahan sosial dan lingkungan.
Salman Faidul Manasin, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Pemalang, mengingatkan pentingnya peran pengurus dalam mengayomi anggota dan Banser. Ia mengutip aksi heroik Ansor di Pulosari sebagai standar dedikasi yang harus terus dijaga. \”Sahabat Ansor adalah agen perubahan. Meski ada perbedaan pendapat, itu hal lumrah dalam demokrasi organisasi. Yang utama adalah bagaimana kita bahu-membahu dengan pemerintah untuk kemajuan bersama,\” tegas Salman.
Prosesi diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ketua MWC NU Kecamatan Bodeh, Kyai Mudzakir, menandai dimulainya masa pengabdian baru bagi para pemuda di ujung timur Kabupaten Pemalang. Seluruh rangkaian acara mencerminkan tekad kolektif untuk mengoptimalkan potensi generasi muda, memperkuat jaringan sosial, serta berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan di wilayah tersebut.
Dengan semangat baru, Pengurus PAC GP Ansor Bodeh 2026‑2029 siap melangkah maju, mengimplementasikan program-program strategis, dan menjadikan GP Ansor sebagai pengayom serta pelopor perubahan positif bagi masyarakat Bodeh dan sekitarnya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.

