Fokus Rembang | Program Studi Informatika Universitas Muhammadiyah Kendal Batang (UMKABA) resmi meluncurkan inisiatif strategis yang melibatkan Program Guru Besar Infokom UMY. Langkah ini diharapkan menjadi pendorong utama dalam meningkatkan kualitas akademik, khususnya melalui penerapan model pembelajaran Outcome-Based Education (OBE).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kick-off daring menandai awal kolaborasi

Pertemuan daring pertama diadakan sebagai forum pembahasan peta prioritas pengembangan jangka panjang. Dalam sesi tersebut, pihak UMKABA menyoroti kebutuhan akan penyempurnaan kurikulum, peningkatan kompetensi dosen, serta upaya memperkuat tata kelola akademik agar dapat bersaing di tingkat nasional.

Slamet Riyadi, sosok kunci pendampingan

Slamet Riyadi, Wakil Rektor Bidang Mutu, Reputasi, dan Kemitraan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta sekaligus Ketua APSI PTMA, ditunjuk sebagai Guru Besar Pembina. Dalam arahan pertamanya, ia menekankan pentingnya menyesuaikan program studi dengan realitas lapangan dan kebutuhan industri. “Pengembangan harus berlandaskan dampak nyata, bukan sekadar teori,” tegasnya.

Peran aktif Ketua Prodi, Erna Infitharina

Erna Infitharina, Ketua Prodi Informatika UMKABA, bersama tim dosen, berkomitmen aktif dalam proses pendampingan yang direncanakan berlangsung hingga Oktober 2026. Ia mengungkapkan bahwa tim telah menyiapkan roadmap terperinci yang mencakup enam pilar utama:

  • Penyempurnaan kurikulum berbasis OBE untuk menjamin relevansi lulusan.
  • Peningkatan kualifikasi dosen melalui pelatihan, sertifikasi, dan publikasi internasional.
  • Strategi rekrutmen mahasiswa baru yang menargetkan calon berkualitas.
  • Penguatan sistem penjaminan mutu internal.
  • Pengembangan kerjasama industri dan riset terapan.
  • Persiapan akreditasi unggul pada siklus berikutnya.

Setiap bulan, tim akan mengadakan sesi pendampingan rutin, yang diharapkan dapat menghasilkan sistem pendidikan yang lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.

Fokus pada OBE sebagai landasan mutu

Model OBE menekankan pada pencapaian kompetensi lulusan yang terukur dan dapat dibuktikan. Dalam konteks Prodi Informatika, hal ini berarti penyesuaian mata kuliah, metode evaluasi, serta penetapan profil lulusan yang selaras dengan perkembangan teknologi informasi terkini. Erna menambahkan, “Dengan OBE, kami dapat memastikan bahwa setiap lulusan tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki kemampuan praktis yang dibutuhkan industri.”

Dampak jangka panjang bagi mahasiswa dan institusi

Kolaborasi ini diharapkan memberikan manfaat ganda. Bagi mahasiswa, peningkatan kualitas pembelajaran akan membuka peluang lebih luas di pasar kerja, baik di sektor nasional maupun internasional. Bagi institusi, penguatan mutu akademik akan memperkuat reputasi UMKABA, meningkatkan peringkat akreditasi, serta menarik lebih banyak mitra strategis.

Dengan dukungan dari Program Guru Besar Infokom, UMKABA menegaskan tekadnya untuk terus bertransformasi menjadi institusi pendidikan yang adaptif terhadap dinamika teknologi. Komitmen ini juga mencerminkan upaya institusi untuk berkontribusi pada pembangunan sumber daya manusia yang kompeten di era digital.

Langkah strategis ini menandai era baru bagi Prodi Informatika UMKABA, di mana sinergi antara kepemimpinan akademik dan dukungan eksternal menjadi kunci utama pencapaian visi menjadi pusat unggulan pendidikan informatika di tingkat regional.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.