Fokus Rembang| Persipura Jayapura kembali mengukir kemenangan beruntun usai mengalahkan PSIS Semarang 3-1 pada pekan ke-25 Pegadaian Championship 2025/2026. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura, Sabtu malam itu menjadi bukti nyata bahwa tim asuhan Rahmah Darmawan mampu bangkit dari laga nirgol melawan Persela Lamongan sebelumnya.
Gol pembuka dicetak oleh Jeam Kelly Sroyer, yang memanfaatkan umpan silang tepat dari Reno Salampessy. Sroyer mengeksekusi dengan cepat, menegakkan bola ke sudut kanan gawang lawan. Tidak lama kemudian, Reno Salampessy menambah keunggulan Persipura lewat tembakan jarak menengah yang tak terjangkau oleh kiper Beto Goncalves. Gol ketiga datang dari Viktor Mansaray, yang memanfaatkan peluang bola mati setelah tendangan sudut. Ketiga gol tersebut memastikan Persipura menang dengan skor akhir 3-1.
Di sisi lain, PSIS Semarang hanya mampu mencetak satu gol melalui Beto Goncalves, namun serangan mereka tak mampu menembus pertahanan Persipura yang kini tak terkalahkan dalam empat penampilan terakhir. Kemenangan ini menempatkan Persipura kembali di puncak klasemen Grup 2 dengan 50 poin, sementara PSIS terpuruk di posisi kedelapan.
Pelatih Persipura, Rahmad Darmawan, menilai bahwa tekanan pada tim berkurang setelah tim berhasil memanfaatkan peluang penalti pada babak pertama. “Ketegangan pemain terlihat saat kami mendapatkan penalti namun gagal dimanfaatkan oleh Ramai Rumakiek,” ujarnya. “Memasuki babak kedua pemain lebih menikmati permainan sehingga kami bisa meraih tiga poin.” Ia menegaskan pentingnya pemain tampil lepas, tanpa beban berlebih, untuk menjaga konsistensi hasil positif.
Rahmad juga menambahkan bahwa target utama tetap kemenangan, baik di kompetisi domestik maupun persiapan menuju Liga 1 musim 2026. “Kami tidak hanya ingin menang satu pertandingan saja, melainkan menciptakan pola kemenangan yang berkelanjutan,” jelasnya. Ia meminta setiap pemain untuk mengekspresikan kemampuan secara bebas, namun tetap menjaga disiplin taktik.
Setelah menutup laga, Jeam Kelly Sroyer mengakui bahwa bermain di depan publik sendiri menambah beban mental. “Namun kami tetap berusaha maksimal dan bisa meraih kemenangan pada pertandingan ini,” kata Sroyer. Ia menambahkan bahwa atmosfer stadion Lukas Enembe yang penuh dukungan menjadi motivasi tambahan bagi pemain.
Keberhasilan ini datang bersamaan dengan peresmian fasilitas olahraga terpadu di Kota Jayapura yang dihadiri Gubernur Papua. Meski tidak menjadi fokus utama laporan, kehadiran gubernur menandai dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan sepak bola di wilayah tersebut, termasuk harapan Persipura kembali ke Liga 1 pada musim 2026.
Jadwal selanjutnya, Persipura akan menantang Persipal Palu di Stadion Gawalise pada Minggu (25/4). Pertandingan tersebut menjadi ujian bagi tim dalam mempertahankan tren positifnya. Sementara itu, PSIS Semarang dijadwalkan menjamu Kendal Tornado FC di Stadion Jatidiri, Semarang.
Statistik akhir menunjukkan Persipura mencatat penguasaan bola 58%, 12 tembakan ke gawang, dan tiga gol. PSIS hanya menguasai 42% bola dengan delapan tembakan, satu di antaranya berhasil.
Dengan performa ini, Persipura menegaskan kembali komitmen untuk bermain lepas, sekaligus menargetkan poin maksimal dalam sisa pertandingan. Jika konsistensi ini terjaga, peluang besar terbuka bagi mereka untuk mengamankan tiket ke putaran akhir kompetisi dan melanjutkan ambisi kembali ke level tertinggi sepak bola Indonesia.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.

