Fokus Rembang | Ketegangan di kancah Piala AFC semakin memuncak menjelang turnamen utama. Di satu sisi, Timnas Arab Saudi menyiapkan diri untuk menorehkan jejak kembali di Piala Dunia 2026 setelah berhasil mengamankan tiket otomatis lewat putaran keempat kualifikasi. Di sisi lain, Timnas Indonesia mengajukan protes keras kepada AFC terkait keputusan kontroversial wasit dalam laga melawan Irak pada Piala Asia 2023. Sementara itu, skuad U-17 Indonesia harus bersiap menghadapi grup yang digambarkan sebagai “neraka” di Piala Asia U-17 2026.
Arab Saudi, yang dikenal dengan julukan Green Falcons, kembali menjadi wakil Asia setelah mengalahkan Timnas Indonesia 3-2 di Jeddah dan bermain imbang 0-0 melawan Irak pada fase keempat kualifikasi. Keberhasilan ini menandai penampilan ketujuh mereka secara keseluruhan di Piala Dunia, serta tiga kali berturut‑turut lolos ke edisi 2026. Namun, tantangan mereka tidak berakhir di sana. Timnas Green Falcons akan tergabung di Grup H bersama Spanyol, Cape Verde, dan Uruguay. Jadwal mereka di fase grup meliputi pertandingan melawan Uruguay (15 Juni, Miami Stadium), Spanyol (21 Juni, Atlanta Stadium), dan Cape Verde (26 Juni, Houston Stadium). Analisis menilai peluang Saudi untuk menembus fase gugur sangat tipis, mengingat harus bersaing dengan dua tim berkelas dunia di dua laga pembuka.
Sementara itu, kepanikan muncul di lingkungan Timnas Indonesia setelah pertandingan melawan Irak berakhir dengan keputusan gol kedua Irak yang dipertanyakan. Manajer Endri Erawan secara resmi mengirimkan protes ke AFC, menyoroti kegagalan VAR dalam menilai posisi offside pemain Osama Rashid pada menit ke‑45+7. Meskipun tim menyadari bahwa hasil protes mungkin tidak mengubah skor akhir, mereka berharap langkah tersebut dapat meningkatkan standar keadilan dalam kompetisi mendatang. Protes ini menjadi sorotan media sosial dan menambah tekanan pada AFC untuk meninjau kembali prosedur penggunaan VAR.
Di level junior, Timnas Indonesia U-17 akan berkompetisi di Piala Asia U-17 2026 yang digelar di Arab Saudi antara 5‑22 Mei. Karena menjadi salah satu perempat finalis Piala Asia U-17 2025, mereka otomatis lolos ke fase grup tanpa harus melewati kualifikasi. Namun, hasil drawing pada 12 Februari 2026 menempatkan mereka di Grup B bersama China, Jepang, dan Qatar — grup yang disebut sebagai “grup neraka”. Laga pembuka melawan China dijadwalkan pada Selasa, 5 Mei 2026, pukul 23.30 WIB di Lapangan Latihan A Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah. Pelatih Kurniawan Dwi Yulianto menilai peluang Garuda U‑17 masih terbuka, meski harus menghadapi lawan kuat yang berpengalaman di ajang internasional.
Berbagai dinamika ini mencerminkan peran sentral Piala AFC dalam menentukan arah sepak bola Asia, baik di level senior maupun junior. Keputusan AFC terkait penempatan tuan rumah putaran kualifikasi, penggunaan VAR, serta jadwal drawing menjadi faktor penentu yang memengaruhi persiapan tim nasional masing‑masing negara. Di samping itu, kebijakan federasi seperti pemecatan pelatih kepala Herve Renard oleh SAFF menambah lapisan ketidakpastian bagi Arab Saudi menjelang Piala Dunia 2026.
Para pengamat menilai bahwa Arab Saudi harus mengoptimalkan taktik defensif melawan Spanyol dan Uruguay, sambil memanfaatkan kecepatan pemain seperti Firas Al‑Buraikan untuk mencetak gol penting. Di sisi lain, Indonesia harus menuntut transparansi dari AFC agar keputusan wasit dan VAR dapat dipertanggungjawabkan, terutama menjelang fase selanjutnya di Piala Asia. Untuk U‑17, persiapan mental dan fisik menjadi kunci utama mengingat beban pertandingan berurutan melawan tim-tim dengan kualitas teknikal tinggi.
Dengan jadwal yang padat dan tekanan kompetitif yang meningkat, semua mata kini tertuju pada pelaksanaan Piala AFC serta dampaknya terhadap performa tim Asia di panggung dunia. Keberhasilan atau kegagalan masing‑masing tim akan menjadi indikator sejauh mana federasi dan komite kompetisi mampu menyediakan arena kompetisi yang adil dan berstandar internasional.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.

