Fokus Rembang | Ratusan nelayan Desa Banyutowo, Kecamatan Dukuhseti, menggelar tradisi Larung Sesaji Sedekah Laut dengan penuh khidmat. Tradisi ini merupakan bentuk permohonan keselamatan, perlindungan, dan kelancaran rezeki, sekaligus upaya melestarikan budaya leluhur masyarakat pesisir.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Prosesi puncak berlangsung di perairan lepas pantai Banyutowo, setelah sesaji diarak dari TPI (Tempat Pelelangan Ikan) Banyutowo menuju dermaga. Acara dimulai pukul 8 pagi dengan persiapan sesaji berupa kepala kambing dan aneka sesaji di TPI Banyutowo.

Ketua Panitia Sedekah Laut Sugiyono membuka kegiatan, dilanjutkan pembacaan doa. Sekitar 50 perahu berhias milik nelayan kemudian mengantar sesaji ke tengah laut untuk dilarung sebagai wujud syukur atas hasil laut yang melimpah.

Tradisi tahunan ini menjadi bentuk permohonan keselamatan, perlindungan, dan kelancaran rezeki, sekaligus upaya melestarikan budaya leluhur masyarakat pesisir. Lomba perahu hias turut digelar dengan hadiah kambing untuk juara 1 sampai 3.

Sekitar 400 warga, tokoh masyarakat, dan perangkat Desa Banyutowo hadir menyaksikan prosesi. Satpolairud Polresta Pati bersama Polsek Dukuhseti dan Pos TNI AL Banyutowo disiagakan di darat dan laut untuk mengawal jalannya kegiatan.

Kapolresta Pati melalui Kasat Polairud Kompol Hendrik Irawan, S.H., M.M., menegaskan kehadiran aparat untuk memastikan acara berjalan aman dan khidmat. "Tradisi Sedekah Laut Banyutowo bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan warisan budaya masyarakat pesisir yang memiliki nilai kebersamaan, gotong royong, dan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Karena itu, kami hadir untuk memastikan kegiatan dapat berlangsung dengan aman dan khidmat," ujar Kompol Hendrik.

Personel menempati titik strategis di dermaga dan jalur pelayaran serta mengimbau nelayan memakai life jacket (pelampung) dan memperhatikan kapasitas perahu. "Kami menempatkan personel di beberapa titik strategis, baik di dermaga maupun di jalur pelayaran menuju lokasi larung sesaji. Selain itu, kami juga melakukan pengawalan menggunakan sarana yang tersedia agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai prosedur keselamatan," katanya.

Dalam prosesi ini, masyarakat juga dapat menikmati keindahan perahu hias yang menghiasi perairan. Lomba perahu hias ini menjadi salah satu daya tarik utama dalam tradisi Sedekah Laut Banyutowo.

Tradisi Sedekah Laut Banyutowo ini merupakan contoh nyata dari kekayaan budaya Indonesia. Dengan melestarikan tradisi ini, masyarakat dapat mempertahankan nilai-nilai luhur dan kebersamaan yang telah menjadi bagian dari kehidupan mereka.

Dalam beberapa tahun terakhir, tradisi Sedekah Laut Banyutowo telah berkembang menjadi salah satu destinasi wisata budaya yang menarik. Banyak wisatawan yang tertarik untuk menyaksikan prosesi ini dan merasakan keunikan budaya masyarakat pesisir.

Untuk itu, pemerintah setempat harus terus mendukung dan melestarikan tradisi ini. Dengan demikian, tradisi Sedekah Laut Banyutowo dapat terus berkembang dan menjadi sumber kebanggaan bagi masyarakat setempat.

Dalam kesimpulan, tradisi Larung Sesaji Sedekah Laut Banyutowo merupakan salah satu contoh kekayaan budaya Indonesia yang harus dilestarikan. Dengan melestarikan tradisi ini, masyarakat dapat mempertahankan nilai-nilai luhur dan kebersamaan yang telah menjadi bagian dari kehidupan mereka. Oleh karena itu, tradisi Sedekah Laut Banyutowo harus terus dikembangkan dan dipromosikan sebagai salah satu destinasi wisata budaya yang menarik di Indonesia.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.