Fokus Rembang | Proses seleksi Direksi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Makassar menjadi perhatian serius berbagai kalangan. Masyarakat memiliki harapan besar terhadap lahirnya kepemimpinan baru yang mampu melakukan pembenahan menyeluruh, namun juga menaruh kekhawatiran terhadap kemungkinan masuknya kepentingan tertentu dalam proses seleksi.
Seleksi direksi PDAM Makassar tidak lagi dipandang sekadar agenda pergantian pejabat atau pengisian jabatan kosong, melainkan sebagai momentum penting untuk menentukan masa depan perusahaan daerah yang mengelola kebutuhan paling mendasar masyarakat, yaitu pelayanan air bersih.
Karena itu, setiap tahapan seleksi mendapat sorotan tajam dari masyarakat, pemerhati kebijakan publik, hingga berbagai elemen yang selama ini mengikuti perkembangan tata kelola Perumda Air Minum Kota Makassar. Publik menilai bahwa siapa pun yang nantinya duduk di kursi direksi akan memegang kendali atas arah kebijakan perusahaan, kualitas pelayanan kepada pelanggan, pengelolaan keuangan perusahaan, hingga keberlangsungan berbagai program strategis yang menyangkut jutaan warga Kota Makassar.
Harapan besar muncul setelah Pemerintah Kota Makassar melibatkan unsur Kementerian Dalam Negeri dalam Tim Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK). Kehadiran pemerintah pusat dianggap dapat menjadi instrumen pengawasan yang memastikan seluruh tahapan seleksi berjalan objektif, profesional, transparan, serta terbebas dari praktik titipan kepentingan politik maupun kelompok tertentu.
Namun demikian, masyarakat tetap mengingatkan agar Tim Seleksi tidak lengah terhadap berbagai upaya intervensi yang berpotensi mencederai proses pencarian figur terbaik. Istilah “masuk angin” yang ramai diperbincangkan publik menjadi simbol peringatan agar para penyeleksi tidak terpengaruh tekanan, lobi, atau kepentingan tertentu yang berupaya meloloskan kandidat-kandidat bermasalah ke posisi strategis perusahaan daerah.
Sebagian nama yang disebut-sebut lolos ke tahapan berikutnya diketahui bukan figur baru dalam dinamika pengelolaan perusahaan daerah maupun birokrasi pemerintahan. Sebagian di antaranya pernah menjadi sorotan publik karena kebijakan kontroversial, polemik tata kelola, hingga berbagai persoalan yang hingga kini masih menjadi perbincangan di tengah masyarakat.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar di ruang publik. Apakah proses seleksi benar-benar akan menghasilkan pemimpin baru yang membawa perubahan, atau justru menjadi pintu masuk bagi kembalinya figur-figur lama yang selama ini dianggap sebagai bagian dari persoalan yang membelit perusahaan?
Masyarakat menilai bahwa seleksi direksi tidak boleh hanya berfokus pada kemampuan teknis, pengalaman birokrasi, kemampuan mempresentasikan program kerja, maupun kepiawaian menjawab pertanyaan saat wawancara. Lebih dari itu, penelusuran rekam jejak harus dilakukan secara menyeluruh, mendalam, dan tanpa kompromi.
Integritas, moralitas, kepatuhan terhadap hukum, komitmen terhadap prinsip Good Corporate Governance (GCG), serta keberanian melakukan reformasi harus menjadi indikator utama dalam menentukan siapa yang layak memimpin PDAM Makassar. Publik juga mengingatkan bahwa jabatan direksi bukanlah hadiah politik maupun bentuk penghargaan atas kedekatan dengan kekuasaan.
Posisi tersebut merupakan amanah besar yang menyangkut kepentingan masyarakat luas. Perumda Air Minum Kota Makassar bukan perusahaan biasa. Lembaga ini mengelola distribusi air bersih yang menjadi kebutuhan pokok jutaan warga. Setiap kebijakan yang diambil direksi akan berdampak langsung terhadap kualitas layanan pelanggan, stabilitas keuangan perusahaan, perluasan jaringan pelayanan, hingga tingkat kepercayaan masyarakat kepada pemerintah daerah.
Karena itu, kesalahan dalam memilih pemimpin dapat membawa konsekuensi panjang yang tidak hanya dirasakan oleh perusahaan, tetapi juga masyarakat sebagai pengguna layanan. Banyak kalangan menilai bahwa PDAM Makassar membutuhkan sosok pemimpin yang mampu melakukan perubahan fundamental.
Perusahaan daerah tersebut dinilai masih menghadapi berbagai tantangan besar mulai dari peningkatan kualitas pelayanan, efisiensi operasional, modernisasi sistem, penguatan tata kelola, hingga peningkatan kepercayaan pelanggan. Tantangan tersebut tidak mungkin diselesaikan dengan pola kepemimpinan lama yang selama ini dianggap belum mampu menjawab berbagai persoalan mendasar.
Karena itu, publik berharap proses seleksi kali ini benar-benar menjadi pintu masuk reformasi total di tubuh Perumda Air Minum Kota Makassar. Masyarakat tidak menginginkan seleksi ini hanya menjadi ajang daur ulang pejabat atau tempat berlabuhnya kembali figur-figur yang selama ini dianggap gagal menghadirkan perubahan signifikan.
Sebaliknya, yang dibutuhkan adalah pemimpin baru yang memiliki keberanian mengambil keputusan, bersih dari persoalan integritas, memiliki rekam jejak yang dapat dipertanggungjawabkan, serta mempunyai visi besar dalam membangun perusahaan yang sehat, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Kesimpulan dari proses seleksi ini adalah bahwa masyarakat mengharapkan lahirnya kepemimpinan baru yang bekerja untuk kepentingan publik, bukan untuk kelompok tertentu. Proses seleksi ini haruslah transparan, objektif, dan terbebas dari praktik titipan kepentingan politik maupun kelompok tertentu.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.

