Fokus Rembang | Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) telah mengambil keputusan untuk menghentikan sementara penambahan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG). Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya efisiensi anggaran tanpa mengurangi target layanan program MBG.
Saat ini, terdapat sekitar 27.877 dapur MBG yang telah beroperasi di seluruh Indonesia. Pemerintah akan melakukan evaluasi dan penataan dapur yang telah berjalan untuk meningkatkan efisiensi anggaran.
Program MBG akan tetap berjalan, namun penambahan dapur baru dihentikan sementara. Penerima manfaat program MBG akan direfocusing kepada anak-anak yang benar-benar membutuhkan intervensi gizi. BGN akan mengevaluasi apakah target penerima manfaat saat ini sudah tepat atau masih perlu disesuaikan.
Anggaran MBG telah mencapai Rp88,15 triliun hingga Mei 2026. Dana tersebut digunakan untuk melayani 48,9 juta siswa dan 14,3 juta penerima manfaat non-siswa. Pembangunan dapur di daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) akan mencari sumber alternatif untuk mengurangi penggunaan APBN.
Pemerintah berharap langkah ini dapat meningkatkan efisiensi anggaran tanpa mengurangi layanan gizi masyarakat. Program MBG akan tetap menjadi prioritas pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan demikian, pemerintah dapat meningkatkan efisiensi anggaran tanpa mengurangi layanan gizi masyarakat. Program MBG akan tetap berjalan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.

