Fokus Rembang | Hal yang sangat menggembirakan terjadi di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Hasil panen gabah di wilayah ini tahun ini melimpah, yang berarti keberhasilan ini akan mendukung ketahanan pangan nasional.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Bupati Demak, Eisti’anah, mengungkapkan bahwa hasil panen gabah di Demak tahun ini sangat baik. Selain produktivitas yang meningkat, harga gabah juga relatif stabil dan menguntungkan bagi petani. Rata-rata satu hektare mencapai 6,7 ton, dan harga gabah kering panen (GKP) sekitar Rp8.000 hingga Rp8.200 per kilogram.

Keberhasilan ini sebagian besar dikarenakan beberapa kebijakan pemerintah pusat yang berpihak kepada petani. Program penyerapan hasil panen, kemudahan akses pupuk, dan dukungan sarana produksi pertanian telah memberikan semangat baru bagi petani untuk meningkatkan produktivitas.

Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI, Widiastuti, menekankan bahwa pemerintah terus memperkuat ketahanan pangan nasional melalui berbagai langkah strategis. Upaya tersebut antara lain penyederhanaan distribusi pupuk bersubsidi, perlindungan lahan pertanian dari alih fungsi, penguatan jaringan irigasi, serta program pompanisasi.

Kabupaten Demak menjadi salah satu daerah yang akan terus dipantau untuk menjaga produktivitas pertanian. Luas panen gabah di Kabupaten Demak tercatat mencapai sekitar 53.602 hektare, yang menunjukkan kontribusi besar dalam mendukung pasokan beras di Jawa Tengah maupun tingkat nasional.

Sesuai dengan rencana, luas tanam pada musim tanam ketiga diperkirakan tidak sebesar musim sebelumnya karena menyesuaikan kondisi cuaca dan ketersediaan sumber air.

Hasil panen gabah di Demak tahun ini memang sangat menggembirakan, tetapi tidak boleh melupakan pentingnya menjaga kualitas dan produktivitas pertanian di masa depan.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.