Fokus Rembang | Nama Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid ikut terseret dalam kasus dugaan penipuan travel umrah Hanania Group. Rabu (10/6) siang, keduanya diperiksa sebagai saksi di Polda Metro Jaya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Usai pemeriksaan, Thariq dan Aaliyah menjelaskan hubungan kerja sama mereka dengan Hanania Group, sekaligus meluruskan sejumlah informasi yang dinilai tidak sesuai dengan fakta.

Didampingi kuasa hukumnya, Sangun Ragahdo, Thariq dan Aaliyah membantah anggapan menikmati fasilitas umrah secara cuma-cuma.

‘Banyak yang mengira keberangkatan umrah mereka gratis. Faktanya tidak demikian. Mereka sejak awal memilih membayar sendiri meski ada tawaran kerja sama,’ ungkap Sangun Ragahdo di Mapolda Metro Jaya.

Pengacara tersebut mengungkapkan bahwa Thariq telah melakukan pembayaran kepada pihak Hanania Group dengan nilai mencapai lebih dari Rp160 juta.

Jumlah tersebut belum termasuk berbagai kebutuhan lain selama berada di Tanah Suci.

‘Nilainya hampir Rp170 juta atau sekitar Rp160 juta lebih. Itu belum termasuk biaya makan, mutawif, dan kebutuhan lainnya selama perjalanan,’ terang Sangun Regahdo.

Meski telah mengeluarkan dana yang tidak sedikit, Thariq mengaku tidak ingin membandingkan situasinya dengan para korban yang mengalami kerugian lebih besar akibat persoalan tersebut.

Menurut adik Atta Halilintar itu, masih banyak jemaah yang kehilangan tabungan dan harapan untuk beribadah ke Tanah Suci.

‘Kerugian kami tidak ada apa-apanya dibandingkan para korban yang sudah menabung bertahun-tahun untuk berangkat umrah,’ tegas Thariq.

Thariq juga menjelaskan awal kerja sama dengan Hanania Group.

‘Jadi pertamanya memang Hanania Group yang me-approach Thariq. Ini sudah lama, bahkan sebelum mereka berdua menikah. Cuma memang saat itu belum pas dan belum cocok, akhirnya didiamkan,’ kata Sangun Ragahdo di Polda Metro Jaya, Rabu (10/6/2026).

Setelah sempat tidak menemukan waktu yang tepat untuk bekerja sama, pihak Hanania Group kembali menghubungi Thariq pada November 2025.

Hingga akhirnya tercapai kesepakatan kerja sama berupa pertukaran konten promosi.

‘Setelah menikah dan segala macam, di tahun 2025 akhirnya di-approach lagi pada bulan November. Mereka yang meminta untuk mengajak kerja sama,’ ujar Sangun.

Sebelum menerima tawaran tersebut, Thariq disebut lebih dulu mencari informasi mengenai rekam jejak Hanania Group.

Ia ingin memastikan bahwa travel tersebut memiliki reputasi baik dan mampu memberangkatkan jemaah secara profesional sebelum mempromosikannya kepada para pengikutnya di media sosial.

‘Akhirnya pada bulan Desember, Thariq mencari informasi apakah ini travel yang kredibel, memiliki kapabilitas memberangkatkan orang dengan baik, serta memiliki nama yang baik,’ ungkap Sangun.

Kerugian dari kasus penipuan travel umrah Hanania Group masih terus berkembang.

Thariq dan Aaliyah harus terlibat dalam kasus ini dan menjelaskan hubungan kerja sama mereka dengan Hanania Group.

Hal ini menunjukkan bahwa kasus penipuan travel umrah masih belum selesai dan masih perlu dilakukan investigasi lebih lanjut.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.