Fokus Rembang – 18 April 2026 | Semarang, 18 April 2026 – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa kepastian hukum dan stabilitas keamanan menjadi magnet utama bagi para investor yang ingin menanamkan modal di provinsi ini. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sambutan resmi pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-VIII Kongres Advokat Indonesia yang dilaksanakan di Metro Park View Hotel, Kota Semarang, pada Jumat, 17 April 2026.
Luthfi menekankan bahwa tanpa payung hukum yang kuat, rasa percaya investor akan tergerus, menghambat pertumbuhan ekonomi regional. Ia menambahkan bahwa hukum tidak sekadar regulasi tertulis, melainkan fondasi yang membangun kepercayaan publik dan dunia usaha. “Pembangunan wilayah akan melesat bila didukung oleh ketertiban hukum. Inilah yang menarik minat investor; kepastian hukum dan jaminan keamanan memberikan rasa percaya diri bagi mereka untuk mengembangkan usaha di Jawa Tengah,” ujarnya.
Selain menyoroti aspek investasi, Luthfi juga menyampaikan pesan sosial kepada para advokat. Ia menekankan pentingnya memperluas akses keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya warga yang kurang mampu secara ekonomi. “Kehadiran Pos Bantuan Hukum hingga level desa adalah langkah nyata dalam memberikan perlindungan hak asasi manusia. Advokat bukan sekadar profesi, melainkan benteng keadilan. Akses terhadap hukum harus merata dan tidak boleh tebang pilih,” tegasnya.
Gubernur menambahkan bahwa pemerintah provinsi berkomitmen untuk memperkuat kolaborasi dengan Kongres Advokat Indonesia. Prinsip “collaborative government” menjadi landasan utama, dengan harapan sinergi antara pemerintah dan organisasi advokat dapat memperluas jangkauan layanan hukum serta mempercepat reformasi birokrasi. “Kami tidak bisa bekerja sendiri. Prinsip kami adalah merangkul semua elemen. Bersama-sama kita dapat mengatasi tantangan dan mewujudkan Jawa Tengah yang lebih kompetitif,” ujar Luthfi.
Ketua Panitia Rakernas ke-VIII, Diewang Purnama, menyampaikan bahwa agenda tahunan ini dihadiri oleh perwakilan pengurus advokat dari seluruh Indonesia. Fokus utama tahun ini adalah mengevaluasi program kerja guna meningkatkan profesionalisme advokat dalam menjawab dinamika hukum masa kini. “Target kami adalah mencetak advokat yang berintegritas tinggi serta mampu beradaptasi dengan perubahan zaman yang begitu cepat,” tuturnya.
Dengan kepastian hukum sebagai landasan, Jawa Tengah berambisi menarik investasi di sektor industri, agribisnis, pariwisata, dan teknologi. Pemerintah provinsi telah menyiapkan berbagai insentif fiskal, penyederhanaan perizinan, serta layanan satu pintu untuk mempermudah proses investasi. Luthfi menegaskan, semua kebijakan tersebut harus didukung oleh sistem hukum yang jelas, konsisten, dan dapat diprediksi.
Dalam beberapa tahun terakhir, Jawa Tengah berhasil mencatat pertumbuhan investasi yang signifikan, namun masih terdapat ruang untuk perbaikan terutama dalam hal kepastian hukum. Gubernur menekankan perlunya evaluasi berkelanjutan atas regulasi yang ada, serta penegakan hukum yang adil dan tidak diskriminatif. Ia menutup sambutannya dengan harapan bahwa sinergi antara pemerintah, advokat, dan dunia usaha akan menghasilkan iklim investasi yang stabil dan berkelanjutan.
Secara keseluruhan, pernyataan Ahmad Luthfi menegaskan bahwa kepastian hukum bukan sekadar slogan, melainkan faktor kunci yang dapat mengubah Jawa Tengah menjadi magnet investasi utama di Indonesia. Dengan dukungan advokat, pemerintah provinsi, dan semua pemangku kepentingan, provinsi ini siap melangkah lebih maju, mengoptimalkan potensi ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.

