Fokus Rembang| Sabtu, 18 April 2026, sebanyak 671 jemaah calon haji (JCH) Kabupaten Banjar resmi dilepas untuk menunaikan ibadah ke Tanah Suci. Upacara pelepasan dipimpin oleh Wakil Bupati Banjar, Habib Idrus Al Habsyi, dan dilaksanakan beriringan dengan salat hajat bersama di Masjid Nurul Iman, Desa Indrasari, Kecamatan Martapura.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dari jumlah tersebut, sebanyak 127 jemaah terdeteksi memiliki risiko kesehatan tinggi. Mayoritas jemaah berada pada rentang usia dewasa hingga lanjut usia, hal yang disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Banjar, Ervan Maulana, dalam sambutan singkatnya.

Habib Idrus dalam pidatonya menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik selama melaksanakan ibadah haji. Ia mengingatkan para jemaah untuk selalu memprioritaskan kesehatan, mengingat perjalanan haji menuntut stamina yang optimal.

  • Minum air putih yang cukup setiap hari, terutama saat berada di lingkungan yang panas dan padat.
  • Makan secara teratur dengan pola gizi seimbang, menghindari makanan berlemak berlebih.
  • Beristirahat yang cukup, terutama setelah melakukan aktivitas fisik yang melelahkan.
  • Mengendalikan emosi, meningkatkan kesabaran, dan memperbanyak istighfar sebagai bentuk ketenangan jiwa.

Selain aspek fisik, Habib Idrus juga menekankan pentingnya niat yang bersih dalam menunaikan ibadah. Ia mengajak seluruh jemaah untuk meluruskan tujuan perjalanan, yakni semata-mata untuk beribadah kepada Allah SWT, serta berdoa agar rangkaian ibadah berjalan lancar hingga kembali ke tanah air dengan predikat haji atau hajjah yang mabrur.

Para pejabat setempat menegaskan bahwa persiapan medis dan logistik telah dioptimalkan untuk mengantisipasi kebutuhan jemaah selama di Tanah Suci. Meskipun tidak disebutkan secara rinci, kehadiran tim medis, serta pengawasan ketat terhadap jemaah berisiko tinggi, menjadi bagian penting dalam rangka memastikan keselamatan dan kelancaran pelaksanaan ibadah.

Serangkaian pesan yang disampaikan oleh Habib Idrus dan Ervan Maulana mencerminkan sinergi antara aspek spiritual dan kesehatan, dua elemen yang tak terpisahkan dalam menjalankan ibadah haji. Dengan mengingatkan jemaah tentang pentingnya pola hidup sehat serta niat yang tulus, diharapkan perjalanan suci ini tidak hanya menjadi ritual fisik, melainkan juga pengalaman spiritual yang mendalam.

Keberangkatan 671 jemaah ini menandai dimulainya musim haji 2026 bagi Kabupaten Banjar. Semua pihak berharap agar setiap langkah jemaah senantiasa dilindungi, dijaga kesehatannya, dan dilandasi niat yang ikhlas, sehingga mereka dapat kembali dengan status haji atau hajjah yang mabrur.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.