Fokus Rembang | Sabtu, 18 April 2026, Pemerintah Kota Sungai Penuh menggelar pertemuan penting di rumah dinas Wali Kota. Kunjungan Dandenpom Jambi yang dipimpin Komandan Detasemen Polisi Militer II/2, Deka Piro Sandira, diterima langsung oleh Wali Kota Alfin bersama Wakil Wali Kota Azhar Hamzah. Acara ini menjadi simbol nyata komitmen bersama untuk menjaga stabilitas dan ketertiban di wilayah tersebut.
Suasana pertemuan terasa hangat dan penuh keakraban. Kedua belah pihak saling menyapa, menukar senyuman, dan mengucapkan salam kebangsaan sebelum memulai agenda resmi. Ruang rapat rumah dinas dipenuhi dengan dokumen strategi, peta wilayah, serta catatan terkait isu-isu keamanan yang tengah dihadapi kota. Kehadiran Dandenpom menegaskan pentingnya sinergi antara aparat keamanan TNI dan pemerintah daerah dalam mengatasi tantangan keamanan lokal.
Wali Kota Alfin menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi pembangunan. “Sinergi antara pemerintah daerah dan aparat keamanan merupakan kunci dalam menjaga stabilitas wilayah. Kami menyambut baik kunjungan ini sebagai bentuk komitmen bersama untuk memperkuat kerja sama ke depan,” ujar Alfin dalam sambutan pembuka. Pernyataan tersebut menegaskan tekad pemerintah kota untuk tidak hanya mengandalkan satu pihak, melainkan membangun jaringan kerja yang terintegrasi.
Komandan Dandenpom, Deka Piro Sandira, menyampaikan apresiasi atas keterbukaan pemerintah kota dalam menerima masukan terkait keamanan. “Kami menghargai kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan pimpinan daerah. Kunjungan Dandenpom Jambi ini menjadi wadah untuk menyelaraskan langkah-langkah operasional demi tercapainya keamanan yang berkelanjutan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa penegakan hukum dan pengamanan wilayah harus dilandasi pemahaman bersama antara aparat militer, kepolisian, dan pemerintah setempat.
Pentingnya sinergi keamanan tidak lepas dari konteks dinamika sosial‑ekonomi di Sungai Penuh. Kota ini tengah mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat, terutama di sektor pariwisata dan agribisnis, yang sekaligus menambah tantangan dalam menjaga ketertiban. Oleh karena itu, pertemuan tersebut difokuskan pada identifikasi titik rawan, penetapan prosedur respons cepat, serta pembentukan tim koordinasi lintas instansi.
Selama diskusi, kedua pihak menyoroti beberapa prioritas utama, antara lain peningkatan patroli gabungan di wilayah perbatasan, penggunaan teknologi pemantauan real‑time, serta pelatihan bersama bagi personel keamanan. Sebuah daftar aksi strategis dirumuskan, meliputi:
- Pengadaan perangkat komunikasi terintegrasi antara Dandenpom, Polri, dan pemerintah kota.
- Penyusunan SOP penanganan kerusuhan massal yang melibatkan semua stakeholder.
- Pelaksanaan simulasi evakuasi dan penanggulangan bencana alam secara periodik.
Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat respon cepat terhadap potensi ancaman, baik yang bersifat kriminal maupun non‑kriminal. Selain itu, pertemuan ini membuka peluang bagi pemerintah kota untuk mengintegrasikan program pembangunan infrastruktur dengan aspek keamanan, sehingga proyek‑proyek strategis dapat berjalan tanpa hambatan.
Wali Kota Alfin menambahkan bahwa sinergi keamanan tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, melainkan juga pada upaya menciptakan rasa aman di kalangan masyarakat. “Ketika warga merasa aman, mereka akan lebih berani berinvestasi, membuka usaha, dan berpartisipasi dalam kegiatan sosial,” tegasnya. Ia menekankan perlunya sosialisasi program keamanan kepada publik melalui media lokal dan pertemuan warga.
Di sisi lain, Deka Piro Sandira menyoroti pentingnya peran komunitas dalam mendukung upaya aparat. “Kita membutuhkan mata dan telinga warga yang aktif melaporkan potensi ancaman. Kunjungan Dandenpom Jambi ini juga menjadi ajang untuk memperkuat kepercayaan antara aparat dan masyarakat,” ujar Sandira. Kedua pihak sepakat untuk membentuk forum dialog rutin yang melibatkan tokoh masyarakat, organisasi pemuda, dan pelaku usaha.
Dengan landasan kolaborasi yang kuat, Pemerintah Kota Sungai Penuh optimis mampu mengatasi tantangan keamanan sekaligus mempercepat laju pembangunan berkelanjutan. Integrasi antara kebijakan keamanan dan program pembangunan diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup, menciptakan iklim investasi yang kondusif, serta menurunkan angka kejahatan secara signifikan.
Secara regional, kunjungan Dandenpom Jambi juga mencerminkan upaya provinsi dalam memperkuat jaringan keamanan antar kota. Provinsi Jambi menempatkan keamanan sebagai prioritas utama dalam agenda pembangunan jangka panjang, terutama mengingat letak geografisnya yang strategis dan potensi risiko bencana alam. Sinergi yang terjalin di Sungai Penuh diharapkan menjadi contoh bagi kota‑kota lain di provinsi.
Kesimpulannya, pertemuan antara Wali Kota Alfin dan Dandenpom Jambi menandai babak baru dalam hubungan kelembagaan antara pemerintah daerah dan aparat keamanan. Melalui dialog terbuka, perencanaan strategis, dan komitmen bersama, kedua pihak bertekad menjadikan Sungai Penuh sebagai kota yang aman, stabil, dan siap menyongsong masa depan yang lebih sejahtera.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.

