Fokus Rembang | PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 (Daop 4) Semarang meluncurkan serangkaian peningkatan layanan transportasi publik di wilayah Pantura Jawa Tengah. Mulai 27 April 2026, layanan naik turun penumpang kembali diaktifkan di Stasiun Plabuan dan Stasiun Comal setelah masa penangguhan sebelumnya. Selain itu, Daop 4 menambahkan pemberhentian kereta di Stasiun Batang, memperluas jaringan kereta api regional.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Reaktivasi Stasiun Plabuan dan Comal merupakan bagian dari upaya strategis KAI untuk memperkuat konektivitas antar kota di pesisir utara Jawa Tengah. Kedua stasiun, yang sebelumnya hanya melayani pemberhentian kereta lewat, kini akan melayani penumpang secara penuh, termasuk layanan tiket, informasi jadwal, dan fasilitas penunjang lainnya.

Direktur Operasional Daop 4, Ir. Budi Santoso, menjelaskan bahwa keputusan ini didasarkan pada analisis permintaan penumpang yang meningkat secara signifikan dalam enam bulan terakhir. “Data menunjukkan pertumbuhan penumpang sebesar 18 persen di wilayah Pantura, terutama pada rute Semarang‑Tegal‑Batang. Mengaktifkan kembali Stasiun Plabuan dan Comal serta menambah pemberhentian di Batang akan menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat,” ujarnya dalam konferensi pers.

Stasiun Plabuan, yang terletak di Kabupaten Batang, sebelumnya hanya berfungsi sebagai titik persimpangan jalur kereta api tanpa fasilitas penumpang. Dengan reaktivasi, stasiun ini dilengkapi dengan loket tiket otomatis, ruang tunggu ber-AC, dan sistem informasi digital yang menampilkan jadwal secara real time. Sementara itu, Stasiun Comal, yang berada di Kabupaten Pemalang, juga memperoleh upgrade serupa, termasuk peningkatan keamanan dengan pemasangan CCTV dan penerangan yang lebih baik.

Penambahan pemberhentian di Stasiun Batang menjadi langkah penting untuk menutup celah layanan di antara stasiun-stasiun utama. Sebelumnya, penumpang yang ingin turun di Batang harus melakukan perjalanan ke stasiun terdekat dan melanjutkan perjalanan dengan moda transportasi lain. Kini, kereta-kereta kelas ekonomi dan eksekutif akan berhenti di Batang, memungkinkan penumpang langsung turun atau naik tanpa harus berpindah moda.

Berikut beberapa manfaat yang diharapkan dari kebijakan ini:

  • Peningkatan aksesibilitas bagi warga di wilayah Pantura, khususnya di daerah pedesaan yang selama ini kurang terlayani.
  • Pengurangan waktu perjalanan karena tidak lagi diperlukan transfer ke moda transportasi lain.
  • Peningkatan pendapatan Daop 4 melalui tiket tambahan dan layanan ancillary.
  • Dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi lokal, terutama sektor pariwisata dan perdagangan.

Pengguna jasa kereta api di wilayah tersebut menyambut baik langkah ini. Seorang pengusaha kecil dari Batang, Joko Prasetyo, mengaku bahwa penambahan pemberhentian akan memudahkan pengiriman barang dan mobilitas karyawan. “Kami dapat mengirimkan hasil pertanian ke pasar Semarang lebih cepat dan murah,” katanya.

Selain manfaat ekonomi, pemerintah daerah juga menilai kebijakan ini selaras dengan program revitalisasi transportasi berkelanjutan. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, dalam pernyataannya menekankan pentingnya integrasi moda transportasi untuk mengurangi kemacetan dan emisi karbon. “Kereta api tetap menjadi tulang punggung mobilitas massa. Penguatan jaringan seperti yang dilakukan Daop 4 akan menjadi contoh bagi wilayah lain,” ujarnya.

Dalam jangka menengah, Daop 4 berencana menambah lebih banyak stasiun pemberhentian di sepanjang jalur Pantura, termasuk potensi reaktivasi Stasiun Jatibarang dan penambahan layanan kereta cepat pada rute utama. Pengembangan infrastruktur seperti perbaikan rel, pemasangan sinyal elektronik, dan modernisasi depot juga sedang dalam tahap perencanaan.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan jumlah penumpang kereta api di wilayah Pantura dapat meningkat hingga 25 persen pada akhir tahun 2026. Selain itu, peningkatan layanan diharapkan dapat menurunkan tingkat penggunaan kendaraan pribadi, berkontribusi pada pengurangan polusi udara.

Secara keseluruhan, aktivasi kembali Stasiun Plabuan dan Comal serta penambahan pemberhentian di Batang menandai komitmen KAI Daop 4 untuk memperluas jangkauan layanan, meningkatkan kenyamanan penumpang, dan mendukung pertumbuhan ekonomi regional.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.