Fokus Rembang | Seorang pengusaha roti asal Makassar, Sulawesi Selatan, telah mengaku berhenti menjadi mitra dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) karena menghadapi berbagai persoalan. Menurut pengusaha ini, yang meminta identitasnya disamarkan dengan nama Arum, ia mulai menyuplai roti ke sejumlah dapur MBG sejak awal tahun 2025. Saat itu, usahanya bekerja sama dengan tujuh hingga delapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di Makassar dan Kabupaten Gowa.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pada tahap awal, kerja sama tersebut berjalan lancar dan memberikan harapan positif bagi pelaku usaha lokal yang ingin berpartisipasi dalam program pemerintah tersebut. Namun, seiring berjalannya waktu, kondisi mulai berubah. Menurut Arum, pihak SPPG kerap meminta penurunan harga produk yang disuplai.

Arum mengaku bahwa tawaran harga yang diajukan kemudian semakin rendah hingga dinilai tidak lagi masuk akal secara bisnis. Bahkan, menurutnya, harga yang diminta sudah tidak mampu menutupi biaya produksi yang harus dikeluarkan.

Sebagai pelaku usaha yang mengutamakan kualitas produk, Arum mengaku tidak ingin menurunkan mutu roti hanya demi memenuhi harga yang diminta. Ia memilih mempertahankan kualitas bahan baku daripada mengurangi standar produksi.

Akibat kondisi tersebut, Arum akhirnya memutuskan menghentikan kerja sama dengan seluruh dapur MBG yang selama ini menjadi konsumennya. Selain persoalan harga, Arum juga mengaku heran dengan sejumlah praktik yang menurutnya terjadi dalam proses kerja sama dengan beberapa SPPG.

Salah satu hal yang membuatnya kecewa adalah adanya permintaan agar harga pada nota pembelian dinaikkan atau di-mark up meskipun harga yang dibayarkan kepada pemasok sudah ditawar jauh lebih rendah. Menurut Arum, praktik tersebut bukan hanya ditemuinya pada satu dapur MBG, melainkan terjadi di beberapa tempat yang pernah bekerja sama dengannya.

Pengakuan Arum tersebut kini menjadi sorotan karena berkaitan dengan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis yang selama ini digadang-gadang sebagai salah satu program strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak SPPG maupun yayasan yang disebut dalam pengakuan tersebut. Diperlukan klarifikasi dan penelusuran lebih lanjut dari pihak terkait guna memastikan kebenaran informasi yang disampaikan serta menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan program MBG.

Pengusaha roti asal Makassar ini juga mengingatkan bahwa kualitas produk harus diprioritaskan daripada harga yang diminta. Ia menekankan bahwa sebagai pelaku usaha, ia tidak boleh menurunkan mutu roti hanya demi memenuhi keinginan pihak SPPG.

Arum mengharapkan agar pihak SPPG dan yayasan dapat memberikan klarifikasi dan penjelasan tentang praktik yang terjadi dalam proses kerja sama. Ia juga menekankan pentingnya menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan program MBG.

Transparansi dan akuntabilitas adalah dua hal yang sangat penting dalam pelaksanaan program pemerintah. Klarifikasi dan penjelasan yang jelas dapat membantu memastikan bahwa program MBG dapat berjalan dengan efektif dan efisien.

Dengan demikian, pengusaha roti asal Makassar ini berharap agar pihak SPPG dan yayasan dapat memberikan penjelasan yang jelas tentang praktik yang terjadi dalam proses kerja sama.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah salah satu program strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah. Program ini bertujuan untuk menyediakan makanan bergizi bagi anak-anak sekolah yang membutuhkannya.

Program MBG telah digadang-gadang sebagai salah satu program strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Namun, pengakuan Arum tersebut menunjukkan bahwa masih ada beberapa persoalan yang perlu diatasi.

Dengan demikian, pihak SPPG dan yayasan perlu memberikan klarifikasi dan penjelasan tentang praktik yang terjadi dalam proses kerja sama. Klarifikasi dan penjelasan yang jelas dapat membantu memastikan bahwa program MBG dapat berjalan dengan efektif dan efisien.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.