Fokus Rembang | Kudus, Jurnal Pantura – Pada hari ini, kebahagiaan melimpah di hati Airinnida Yustiana, siswi kelas X MA Qudsiyyah Putri Kudus. Remaja asal Desa Klaling, Kecamatan Jekulo, itu berhasil lolos seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Kabupaten Kudus tahun 2025. Prestasi ini merupakan catatan istimewa karena Airin merupakan siswa pertama dari MA Qudsiyyah Putri yang berhasil menembus seleksi Paskibraka tingkat kabupaten.
Prestasi Airin juga menjadi kebanggaan baru bagi sekolah yang selama ini dikenal aktif dalam berbagai kegiatan akademik maupun keagamaan. Bagi Airin, keberhasilan tersebut bukan sekadar tentang lolos seleksi, melainkan kesempatan untuk membuat kedua orang tuanya merasa bangga atas usaha yang selama ini ia lakukan.
Putri pasangan Masrukhin dan Badriyah itu mengaku telah lama mengagumi sosok pengibar bendera yang bertugas dalam upacara-upacara resmi. Ketertarikan tersebut tumbuh sejak ia masih duduk di bangku sekolah dan melihat para petugas menjalankan tugas dengan penuh disiplin. Keinginan untuk menjadi bagian dari Paskibraka semakin kuat ketika ia memperoleh informasi mengenai pembukaan seleksi tingkat Kabupaten Kudus.
Tanpa banyak pertimbangan, Airin memutuskan mendaftarkan diri dan mulai menjalani berbagai persiapan. Selama dua bulan terakhir, ia mengatur waktu antara belajar dan latihan. Berbagai tahapan seleksi dijalani, mulai dari pemeriksaan administrasi, tes wawasan kebangsaan, tes intelegensia umum, pemeriksaan kesehatan, hingga tes fisik dan kepribadian.
Proses tersebut tidak selalu mudah. Namun Airin berusaha menjalani setiap tahapan dengan sungguh-sungguh. Baginya, konsistensi dalam melakukan hal-hal kecil menjadi kunci untuk mencapai hasil yang besar. “Sejak awal Maret ikut seleksi administrasi hingga tes fisik, Alhamdulillah lolos dan tinggal persiapan menjadi Paskibraka saat Agustus nanti,” kata Airin.
Selama masa persiapan dan seleksi, dukungan keluarga menjadi sumber semangat terbesar. Airin mengungkapkan bahwa sang ayah hampir selalu mengantar dan menjemputnya saat mengikuti latihan maupun kegiatan seleksi. Kebersamaan tersebut menjadi momen yang berharga bagi dirinya.
Sebagai bagian dari generasi yang tumbuh bersama teknologi digital, Airin menyadari bahwa komunikasi antara anak dan orang tua perlu terus dijaga. Menurutnya, kedekatan tidak selalu dibangun melalui hal-hal besar, melainkan lewat waktu yang diluangkan bersama setiap hari.
Kini, setelah dinyatakan lolos sebagai anggota Paskibraka Kabupaten Kudus, Airin mulai mempersiapkan diri untuk menjalankan tugas pada peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia mendatang. Ia berharap dapat memberikan penampilan terbaik saat bertugas mengibarkan Sang Saka Merah Putih.
Ke depan, Airin bercita-cita melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Ia tertarik mendalami ilmu falak maupun bidang pertanian. Meski memiliki banyak impian, satu tujuan yang tetap ia pegang adalah membuktikan bahwa anak dari desa memiliki kesempatan yang sama untuk meraih prestasi dan mengharumkan nama keluarga.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.

