Fokus Rembang | Jakarta: Aktor Vino G. Bastian mengaku mendapatkan pengalaman emosional yang mendalam saat terlibat dalam film Tanah Runtuh. Salah satu hal yang paling membekas baginya adalah interaksi dengan Ridho Khaliq, pemeran Ringgo, karakter anak dengan Down Syndrome yang menjadi pusat cerita film tersebut.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dalam film garapan sutradara Rudi Soedjarwo itu, Vino memerankan sosok Idham, seorang pria yang tanpa sengaja bertemu dengan Kai dan Ringgo di tengah perjalanan mereka mencari sang ibu setelah sebuah peristiwa besar memisahkan keluarga tersebut.

Bagi Vino, Tanah Runtuh bukan sekadar film tentang perjuangan menghadapi situasi sulit. Ia melihat film ini sebagai kisah yang menyoroti arti kepedulian dan hubungan antarmanusia yang sering kali terlupakan dalam kehidupan sehari-hari.

Kehadiran Ringgo menjadi salah satu elemen yang paling menyentuh bagi Vino selama proses produksi berlangsung. Menurutnya, karakter tersebut membawa perspektif yang berbeda tentang cara memandang kehidupan.

"Yang paling menyentuh buat saya bukan konflik atau kekacauan yang terjadi di sekeliling mereka. Justru bagaimana Ringgo melihat dunia dengan cara yang sangat tenang. Ada kejujuran, ada cinta, dan ada ketulusan yang mungkin mulai jarang kita temukan dalam kehidupan orang dewasa hari ini," kata Vino G. Bastian.

Sebagai seorang ayah, Vino mengaku memiliki kedekatan emosional yang kuat dengan perjalanan yang dialami Kai dan Ringgo. Kisah dua anak yang berusaha menemukan kembali keluarganya membuatnya banyak merenungkan makna kebersamaan dan perhatian terhadap orang-orang terdekat.

"Kita hidup di masa ketika semua orang sibuk, semua orang terburu-buru, dan semua orang seperti dituntut untuk terus kuat. Tapi melalui Ringgo, saya merasa diingatkan bahwa kadang yang paling penting bukan menjadi yang paling kuat, melainkan tetap punya hati untuk peduli pada orang lain," ujarnya.

Tanah Runtuh sendiri menghadirkan Ringgo bukan sebagai karakter yang meminta belas kasihan. Film ini memberikan ruang bagi tokoh tersebut untuk tampil sebagai pribadi yang utuh dengan ketakutan, harapan, dan kasih sayang yang dimilikinya.

Sutradara Rudi Soedjarwo menilai kekuatan utama film ini justru terletak pada hubungan antarmanusia yang terjalin di tengah situasi yang penuh tantangan. Baginya, kisah Ringgo menjadi jantung emosional yang menggerakkan cerita.

"Ketika dunia terasa runtuh, yang sering menyelamatkan kita justru bukan hal-hal besar, tetapi orang-orang yang memilih untuk tetap tinggal dan peduli. Saya tertarik pada manusia-manusia di dalamnya, dan melalui Ringgo, saya merasa film ini memiliki hati yang sangat kuat," ujar Rudi Soedjarwo.

Pandangan serupa disampaikan produser Denny Siregar. Ia mengatakan Tanah Runtuh sejak awal dirancang untuk menghadirkan kisah tentang cinta yang bertahan dalam situasi tersulit, bukan sekadar menampilkan konflik atau tragedi.

"Hari ini kita hidup di masa ketika semua orang seperti sedang marah, takut, dan lelah. Kita terlalu sering melihat dunia dengan prasangka dan kebisingan. Lewat Ringgo, saya merasa kita diingatkan kembali pada sesuatu yang sangat sederhana: bahwa manusia bisa saling mencintai tanpa syarat dan saling menjaga tanpa harus melihat perbedaan," ujar Denny Siregar.

Film Tanah Runtuh dibintangi Vino G. Bastian, Ridho Khaliq, Yoan, Sigi Wimala, Jenda Munthe, dan Tike Priatnakusumah. Film ini dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 25 Juni 2026.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.