Fokus Rembang | Posisi Indonesia di panggung ekonomi global semakin diperhitungkan. Tak hanya menjadi salah satu ekonomi terbesar di Asia Tenggara, Indonesia kini juga disebut sebagai mitra kunci dalam pengembangan kerja sama antara Uni Ekonomi Eurasia (Eurasian Economic Union/EAEU) dan negara-negara Asia Tenggara.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Ketua Dewan sekaligus CEO Roscongress Foundation, penyelenggara St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF), Alexander Stuglev, menilai Indonesia memiliki peran strategis dalam memperkuat hubungan ekonomi antara EAEU dan kawasan Asia Tenggara.

Perjanjian ini akan berkontribusi pada penguatan hubungan bisnis, peningkatan perdagangan, dan peluncuran proyek-proyek bersama yang melibatkan perusahaan-perusahaan dari Rusia, negara anggota EAEU, dan Indonesia.

Dalam konferensi pers SPIEF 2026, Stuglev juga menyebutkan agribisnis, ketahanan pangan, energi, metalurgi, dan teknologi digital sebagai bidang yang menjanjikan bagi pengembangan kerja sama antara Indonesia dan negara-negara anggota EAEU di masa depan.

Forum bisnis jadi jembatan untuk kolaborasi

Keberadaan I-EAEU FTA juga menciptakan peluang baru untuk memperluas dialog bisnis melalui berbagai forum internasional yang mempertemukan pelaku usaha dari berbagai negara.

Stuglev menambahkan, beberapa diantaranya adalah St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF), Eastern Economic Forum (EEF), serta berbagai agenda kerja sama Rusia-ASEAN.

Forum-forum tersebut dapat menjadi wadah bagi dunia usaha untuk membahas implementasi konkret dari peluang perdagangan dan investasi yang muncul setelah penandatanganan perjanjian perdagangan bebas tersebut.

Indonesia dan EAEU telah menandatangani perjanjian perdagangan bebas, yang dapat membuka peluang baru bagi kedua negara untuk meningkatkan kerja sama ekonomi.

Perjanjian ini dapat membantu meningkatkan perdagangan, investasi, dan pengembangan ekonomi di kedua negara.

Sektor strategis yang berpotensi tumbuh

I-EAEU FTA diproyeksikan menjadi katalis bagi berbagai sektor yang memiliki potensi besar untuk berkembang bersama.

Mulai dari manufaktur, pertanian, energi, teknologi informasi dan komunikasi, penelitian dan pengembangan, hingga ekonomi digital.

Tak hanya itu, sejumlah sektor lain juga dipandang memiliki prospek cerah untuk kolaborasi jangka panjang.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.