Fokus Rembang| Seorang siswi kelas XI jurusan Kuliner SMKN 3 Pati, Riyana Sulistyowati, berhasil mengukir prestasi gemilang dengan meraih Juara LKS pada kategori Restaurant Service dalam Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat Provinsi Jawa Tengah 2026. Keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi bagi Riyana, melainkan juga mengharumkan nama almamater serta Kabupaten Pati di panggung kompetisi provinsi.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Ajang LKS Jateng tahun ini mempertemukan peserta dari berbagai SMK se-Jawa Tengah, masing‑masing bersaing dalam serangkaian modul penilaian yang menuntut ketepatan, kecepatan, kerapian, serta pengetahuan produk. Riyana menampilkan performa konsisten pada setiap modul, mulai dari penataan meja (boxing), penataan serbet (napkin), pemotongan buah (fruit cutting), penyajian minuman bar, pembuatan kopi (barista), hingga urutan pelayanan (sequence service). Semua tahapan dilalui dengan standar tinggi, menjadikannya kandidat terkuat di antara ribuan peserta.

Dalam wawancara singkat di hari Sabtu, 18 April 2026, Riyana mengungkapkan rahasia di balik kesuksesannya. Ia menekankan pentingnya kombinasi antara teknik yang terasah, pengetahuan mendalam tentang menu, serta kemampuan komunikasi yang baik, termasuk penggunaan Bahasa Inggris. “Saya fokus pada ketepatan, kecepatan, dan kerapian. Selain itu, product knowledge, food safety, dan mental juara sangat penting,” ujarnya dengan percaya diri.

  • Boxing & Napkin: Penataan meja yang rapi dan serbet yang terlipat sempurna sesuai standar internasional.
  • Fruit Cutting: Teknik memotong buah yang presisi, menghasilkan potongan seragam dan estetis.
  • Bar & Barista: Penyajian minuman non‑alkohol dan kopi dengan suhu, takaran, dan tampilan yang tepat.
  • Sequence Service: Alur pelayanan yang terstruktur mulai dari sambutan, penjelasan menu, penyajian, hingga penutup.

Riyana menambahkan bahwa persiapan fisik maupun mental tidak kalah penting. Ia rutin berlatih di sekolah dan di rumah, menciptakan simulasi waktu lomba, merekam penampilannya, lalu mengevaluasi bersama guru pembimbing. “Latihan rutin tiap hari, rekaman diri, dan evaluasi bersama guru membantu saya mengidentifikasi kekurangan dan memperbaikinya. Selain itu, saya melatih mental dengan visualisasi kemenangan dan mengatasi rasa gugup,” jelasnya.

Prestasi Juara LKS ini memiliki arti khusus bagi SMKN 3 Pati. Sekolah menengah kejuruan tersebut kini dikenal sebagai pusat unggulan kuliner di wilayahnya, menarik perhatian calon siswa dan industri makanan yang mencari tenaga kerja terampil. Kepala Sekolah SMKN 3 Pati, Bapak Ahmad Faisal, mengapresiasi dedikasi Riyana serta tim pengajar yang memberikan dukungan penuh. “Kami bangga memiliki siswa yang tidak hanya menguasai teknik, tetapi juga menginternalisasi nilai profesionalisme. Ini menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk berprestasi,” kata beliau.

Di samping kebanggaan akademik, pencapaian ini juga membuka peluang karir bagi Riyana. Beberapa restoran ternama di Semarang dan Solo telah menghubungi sekolah untuk menawarkan magang atau pekerjaan paruh waktu. Riyana menyatakan, “Saya ingin melanjutkan studi di bidang manajemen restoran dan berharap dapat berkontribusi pada industri kuliner Indonesia yang terus berkembang,” tuturnya.

Secara keseluruhan, kemenangan ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara siswa, guru, dan institusi pendidikan dalam menciptakan lingkungan belajar yang produktif. Dengan menggabungkan teori, praktik, serta evaluasi berkelanjutan, SMKN 3 Pati berhasil menyiapkan generasi muda yang siap bersaing di tingkat provinsi maupun nasional. Keberhasilan Riyana menjadi contoh nyata bahwa kerja keras, disiplin, dan mental juara dapat menghasilkan prestasi luar biasa.

Dengan pencapaian ini, diharapkan semakin banyak SMK di Jawa Tengah yang meningkatkan kualitas pelatihan kuliner, sehingga generasi mendatang dapat bersaing di pasar kerja global. Riyana Sulistyowati, dengan tekad dan kemampuannya, telah menorehkan jejak sejarah bagi SMKN 3 Pati dan memberikan inspirasi bagi para pelajar di seluruh Indonesia.