Fokus Rembang| Sabtu (18/4/2026) di Stadion 17 Mei Banjarmasin, Derby Kalimantan antara Barito Putera dan Persiba Balikpapan menampilkan pertarungan sengit yang berakhir dengan skor imbang 3-3. Kedua tim saling berbagi poin dalam lanjutan Liga 2 Championship 2025/26, namun gol tunggal Isfandyar menjadi sorotan utama yang mengubah alur pertandingan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pada babak pertama, Barito Putera membuka keunggulan lewat serangan balik cepat. Gol pembuka datang dari lini depan Barito, memanfaatkan celah pertahanan Persiba yang masih menyesuaikan tempo. Keberhasilan tersebut memberi tim asal Banjarmasin kepercayaan diri untuk mengendalikan ritme permainan.

Sekitar menit ke-18, Persiba berhasil menyamakan kedudukan berkat gol Isfandyar. Penyerang muda tersebut menerima umpan silang dari sisi kanan, mengatur posisi, dan mengeksekusi tendangan keras ke sudut atas gawang. Gol itu tidak hanya mengembalikan keseimbangan, tetapi juga menegaskan peran penting Isfandyar dalam Derby Kalimantan kali ini.

Menjelang jeda, kedua pelatih melakukan pergantian strategi. Barito Putera menambah tekanan melalui gelandang kreatif, sementara Persiba meningkatkan intensitas pressing di lini tengah.

  • Gol Barito Putera pertama: serangan balik cepat.
  • Gol Isfandyar (Persiba): penyelesaian keras dari sisi kanan.
  • Skor akhir babak pertama: 1-1.

Babak kedua dimulai dengan tempo yang lebih tinggi. Persiba menampilkan permainan agresif, menguasai bola lebih lama, dan pada menit ke-55 berhasil unggul 2-1 lewat serangan terorganisir. Gol tersebut dicetak oleh pemain tengah Persiba yang memanfaatkan kesalahan penempatan bek Barito.

Tidak lama setelah itu, Barito Putera kembali menyeimbangkan kedudukan menjadi 2-2. Gol penyama kedudukan datang dari eksekusi tendangan bebas yang diluncurkan oleh pemain sayap Barito, menembus pertahanan Persiba yang sempat terdesak.

Pada menit ke-79, Persiba kembali memimpin lewat gol Nishihara. Penyerang asing tersebut menembus zona pertahanan Barito, menempatkan bola tepat di sudut gawang lawan. Gol ini menambah tekanan pada tim tuan rumah menjelang akhir laga.

Namun, drama belum berakhir. Di menit tambahan pertama, Laskar Antasari (julukan Barito Putera) berhasil mencetak gol penyeimbang. Gol tersebut dihasilkan dari serangan balik cepat setelah sebuah tendangan sudut, menandai gol ke-3 Barito Putera dan memaksa pertandingan berlanjut hingga peluit akhir.

Statistik pertandingan menunjukkan dominasi penguasaan bola berada di pihak Persiba dengan persentase 54%, sementara Barito Putera mencatat 46% penguasaan. Kedua tim mencatat masing-masing 15 tembakan, dengan 7 di antaranya mengarah ke gawang. Kartu kuning terbagi merata, menandakan intensitas fisik yang tinggi dalam Derby Kalimantan.

Reaksi pelatih setelah pertandingan menegaskan pentingnya poin bersama. Pelatih Barito Putera memuji semangat tim yang tidak menyerah hingga menit akhir, sementara pelatih Persiba menyoroti konsistensi serangan yang mampu mencetak tiga gol dalam satu laga.

Hasil imbang ini memiliki implikasi signifikan bagi klasemen Liga 2. Barito Putera tetap berada di zona tengah, namun perlu menambah kemenangan untuk mengejar posisi promosi. Persiba Balikpapan, di sisi lain, berhasil mengumpulkan tiga poin penting yang dapat memperkuat posisi mereka di puncak tabel.

Secara keseluruhan, Derby Kalimantan ini menampilkan kualitas teknis yang tinggi, ketegangan hingga menit terakhir, serta kontribusi gol yang tak terduga dari Isfandyar. Kedua tim menunjukkan tekad kuat untuk melanjutkan perjuangan di fase lanjutan, menjanjikan aksi-aksi menarik pada pekan-pekannya berikutnya.