Fokus Rembang | Veda Ega Pratama, pembalap muda asal Indonesia yang kini berada di jajaran Honda Team Asia, kembali menarik perhatian dunia balap dengan sesi latihan intensif menjelang seri Moto3 Spanyol 2026. Dalam beberapa hari terakhir, Veda menampilkan aksi-aksi teknis yang menegaskan kesiapan mental dan fisiknya untuk bersaing di lintasan internasional.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Latihan yang dilaksanakan di fasilitas pelatihan tim di Spanyol itu bukan sekadar pemanasan biasa. Veda menghabiskan waktu berjam‑jam di trek, menguji batas kemampuan motor serta memperhalus teknik pengereman, akselerasi, dan penanganan tikungan. Ia juga melakukan serangkaian trik yang menuntut koordinasi tinggi, seperti wheelie terkontrol, drift pendek, dan perubahan posisi tubuh secara cepat untuk menjaga keseimbangan saat melaju pada kecepatan tinggi.

“Setiap putaran roda, setiap perubahan beban di tubuh, semuanya harus terasa alami,” ujar Veda dalam sebuah wawancara singkat dengan wartawan setelah sesi latihan selesai. “Saya fokus pada sentuhan halus pada setang, agar motor merespon secara optimal di setiap sudut tikungan.”

Tim teknis Honda Team Asia menilai bahwa latihan ini berhasil meningkatkan rasa kepercayaan Veda terhadap motor. Kepala tim, Rudi Santoso, menyebutkan, “Kontrol yang ditunjukkan Veda dalam latihan ini menunjukkan bahwa ia tidak hanya mengandalkan kecepatan, tetapi juga ketelitian dalam mengelola mesin. Ini sangat penting di ajang Moto3 yang kompetitif.”

Berikut beberapa poin penting yang menjadi fokus latihan Veda Ega:

  • Penguasaan akselerasi keluar tikungan: Veda melakukan latihan berulang pada jalur berkelok, menekankan transisi halus dari pengereman ke akselerasi.
  • Manuver drifting: Menggunakan teknik slide pada sudut tajam untuk menguji stabilitas motor saat kehilangan traksi.
  • Stabilisasi wheelie: Mempertahankan posisi motor dalam wheelie singkat untuk meningkatkan kontrol tubuh dan beban.
  • Pengaturan beban badan: Latihan pergeseran berat badan secara dinamis untuk mengoptimalkan grip pada ban.

Latihan intensif tersebut tidak lepas dari dukungan tim kebugaran yang menyiapkan program fisik khusus. Veda menjalani sesi kardio, latihan beban, serta latihan fleksibilitas untuk memastikan tubuhnya siap menahan tekanan G‑force yang tinggi selama balapan. “Kekuatan inti dan stamina sangat menentukan performa di trek, terutama pada lintasan yang menuntut kecepatan konstan dan perubahan arah cepat,” jelas pelatih kebugaran, Maya Lestari.

Persiapan ini datang tepat menjelang jadwal Moto3 Spanyol yang akan digelar pekan depan di sirkuit Jerez. Sirkuit tersebut dikenal dengan kombinasi lintasan lurus yang panjang dan serangkaian tikungan teknis yang menantang, menjadikannya ujian utama bagi rider yang mengandalkan teknik mengendalikan motor. Para analis memperkirakan bahwa rider yang mampu menyeimbangkan kecepatan dengan kontrol motor akan memiliki peluang lebih besar untuk meraih podium.

Veda Ega, yang berusia 19 tahun, telah menorehkan beberapa poin penting pada musim sebelumnya, termasuk finish di zona poin pada beberapa seri Eropa. Namun, ia mengakui bahwa tantangan di Moto3 Spanyol membutuhkan peningkatan konsistensi dan strategi balap yang matang.

“Saya belajar banyak dari setiap putaran yang saya jalani, baik di latihan maupun kompetisi. Di Jerez, saya bertekad untuk memaksimalkan potensi motor dan mengoptimalkan jalur balap agar dapat bersaing dengan rider top dunia,” tambah Veda.

Selain persiapan teknis, Veda juga menyiapkan mentalnya melalui sesi visualisasi dan konseling psikologis. Tim psikolog, Dr. Arif Nugroho, membantu rider untuk mengelola stres kompetisi dan meningkatkan fokus pada tujuan jangka pendek maupun panjang. “Keseimbangan mental sama pentingnya dengan fisik. Veda menunjukkan kematangan dalam menghadapi tekanan, yang akan sangat membantu di balapan utama,” kata Dr. Arif.

Dengan semua persiapan tersebut, harapan tim dan para penggemar Indonesia semakin tinggi. Mereka menantikan penampilan Veda yang tidak hanya mengandalkan kecepatan, melainkan juga menunjukkan kontrol motor yang mumpuni. Jika semua elemen berjalan selaras, Veda berpotensi mencatatkan hasil yang membanggakan, sekaligus mengukir prestasi bagi pembalap Indonesia di panggung balap dunia.

Kesimpulannya, latihan intensif yang dijalankan Veda Ega menjelang Moto3 Spanyol bukan sekadar rutinitas, melainkan strategi komprehensif yang menggabungkan teknik mengendarai, kebugaran fisik, serta kesiapan mental. Keberhasilan Veda di sirkuit Jerez akan menjadi indikator penting bagi perkembangan kariernya serta kontribusi Indonesia dalam kompetisi Moto3 global.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.