Fokus Rembang | Pertandingan antara Indonesia U-17 vs Vietnam pada babak pertama Grup A Piala AFF U-17 2026 berlangsung di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Minggu 19 April 2026. Kedua tim menampilkan intensitas tinggi sejak peluit awal, namun skor akhir tetap 0-0. Hasil imbang ini menambah ketegangan klasemen kecil dan menuntut Garuda Muda untuk meraih kemenangan di laga pamungkas melawan Malaysia agar dapat melaju ke semifinal.
Garuda Muda memulai laga dengan formasi 4-3-3, menurunkan kiper Abdillah Ishak yang menggantikan Noah Leo Duvert. Lini belakang dipimpin kapten Putu Ekayana Yoga Pratama, didukung Farik Rizqi, Girly Andrade Guevara, dan Dava Yunna Adi Putra. Di lini tengah, duet veteran Fardan Farras Prawita dan Peres Awkila Tjoe kembali menjadi poros, sementara Farrel Luckyta Widodo menggantikan Keanu Senjaya. Di lini serang, pelatih Kurniawan Dwi Yulianto menaruh harapan besar pada trio Mierza Firjatullah, Chico Jericho Yarangga, dan Pandu Aryo Wicaksono.
- Starting XI Indonesia U-17: Abdillah Ishak; Putu Ekayana, Farik Rizqi, Girly Andrade, Dava Yunna; Fardan Farras, Peres Awkila, Farrel Luckyta; Mierza Firjatullah, Chico Jericho, Pandu Wicaksono.
- Starting XI Vietnam U-17: (Tidak tersedia detail lengkap, namun diketahui mereka mengandalkan serangan balik cepat dan menekan sejak menit ke-7).
Laga dimulai dengan serangan agresif Garuda Muda. Pada menit ke-7, Vietnam berhasil menembus pertahanan melalui serangan sayap, namun kiper Abdillah Ishak menyelamatkan gawang dengan penyelamatan krusial. Tekanan Vietnam terus berlanjut, namun pertahanan Indonesia tetap kokoh berkat disiplin taktik.
Pada menit ke-15, Indonesia menciptakan peluang pertama melalui tendangan bebas Mierza Firjatullah yang sayangnya meleset. Lima menit kemudian wasit Choi Cheoljun memberi kartu kuning kepada Nguyen Van Duong (Vietnam) karena dianggap diving di kotak penalti.
Ketegangan meningkat pada menit ke-30 ketika Mierza mengalami cedera otot dan harus digantikan oleh Sean Rahman Kastor. Pergantian ini mengganggu ritme serangan Garuda Muda, memberi ruang bagi Vietnam untuk menguji pertahanan kembali.
Seiring berjalannya waktu, kedua tim saling menukar serangan namun tidak mampu menembus pertahanan lawan. Pada menit ke-70, Vietnam kembali menyerang lewat sayap kanan, namun kiper Abdillah kembali tampil sigap menepis bola ke luar lapangan.
Di babak kedua, pelatih Kurniawan Dwi Yulianto menegaskan pentingnya menjaga konsentrasi. “Kami tidak boleh lengah, setiap peluang harus dimanfaatkan,” ujarnya di sela jeda teknik. Sementara pelatih Vietnam, Cristiano Roland, menekankan pentingnya mengontrol tempo dan menunggu celah.
Penonton yang hadir di stadion, serta pemirsa melalui siaran langsung Indosiar dan platform Vidio, menyaksikan laga yang penuh drama namun tanpa gol. Statistik akhir menunjukkan total tembakan ke arah gawang masing-masing tim hanya tiga, mencerminkan pertarungan taktis yang ketat.
Berita klasemen mini mengindikasikan bahwa setelah hasil 0-0, Vietnam tetap memimpin grup dengan enam poin dan selisih gol +14. Malaysia berada di posisi kedua dengan tiga poin dan selisih gol -3, sementara Indonesia menempati posisi ketiga dengan tiga poin dan selisih gol +3. Timor Leste menutup grup tanpa poin.
Dengan hasil ini, Indonesia harus mengalahkan Malaysia dengan selisih gol yang menguntungkan atau mengandalkan hasil imbang Malaysia melawan Timor Leste untuk tetap memiliki peluang sebagai runner‑up terbaik. Jika Indonesia berhasil menjuarai Vietnam dengan skor tipis 1-0, tiga tim akan berakhir dengan enam poin masing‑masing, dan head‑to‑head akan menjadi penentu akhir.
Para pemain menunjukkan semangat juang yang tinggi. Mierza, meski cedera, tetap memberi semangat kepada rekan setimnya. “Kita harus bangkit dan tunjukkan bahwa kami masih bisa bersaing,” kata Mierza sebelum digantikan.
Di luar lapangan, media sosial dipenuhi spekulasi tentang peluang semifinal. Beberapa analis menilai bahwa meskipun Indonesia berada dalam posisi tertinggal, pengalaman dan kedalaman skuad dapat menjadi kunci untuk mengatasi tekanan.
Secara keseluruhan, pertandingan Indonesia U-17 vs Vietnam memberikan gambaran jelas tentang kualitas taktik dan mentalitas kedua tim muda. Meskipun tanpa gol, pertandingan ini menegaskan pentingnya konsistensi, kesiapan fisik, dan keputusan strategis pelatih dalam turnamen bergengsi ini. Kedepannya, Garuda Muda harus memanfaatkan setiap peluang dan memperbaiki pertahanan agar dapat menembus semifinal Piala AFF U-17 2026.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.

