Fokus Rembang | Pertandingan pekan ke-28 BRI Super League 2025/2026 antara Dewa United dan Persib Bandung berlangsung pada Senin (20/4) malam di Banten International Stadium. Sebelum kickoff, pelatih Dewa United, Jan Olde Riekerink, memberikan paparan mendalam tentang analisa kekuatan Persib yang menjadi sorotan utama media dan suporter. Riekerink menyoroti pola permainan Maung Bandung yang mengandalkan bola panjang, taktik opportunistik, serta penggunaan pemain fisik di lini depan.
Menurut Riekerink, identitas taktis Persib yang dibangun oleh Bojan Hodak cenderung menekankan serangan cepat melalui umpan panjang dari lini belakang. “Mereka tidak banyak menguasai lini tengah, tetapi menempatkan banyak pemain fisik di depan seperti Berguinho, Uilliam Barros, dan Ramon Tanque. Ini membuat duel fisik menjadi sangat menantang,” ungkapnya dalam konferensi pers pra-pertandingan.
Riekerink menambahkan bahwa Dewa United tetap berpegang pada filosofi permainan kolektif lewat penguasaan lini tengah. “Kami percaya penguasaan tengah adalah kunci kemenangan. Musim lalu strategi itu membawa kami finis kedua di klasemen,” tegasnya. Ia menilai bahwa keunggulan fisik Persib dapat diimbangi oleh mobilitas dan kreativitas gelandang Dewa United, khususnya Alexis Messidoro dan Ricky Kambuaya.
Dalam beberapa sesi taktik, Riekerink menekankan pentingnya menahan serangan bola panjang Persib dengan menurunkan blok pertahanan yang rapat. “Jika mereka mengirimkan bola jauh, kami harus menutup ruang dengan cepat dan memaksa mereka bermain lebih pendek,” jelasnya. Ia juga menyoroti peran kunci penjaga gawang Sonny Stevens yang harus siap menghadapi tembakan jarak jauh, mengingat Marc Klok kerap meluncurkan tembakan berbahaya dari luar kotak penalti.
Beranjak ke hari pertandingan, Dewa United memulai laga dengan serangan awal yang cukup agresif. Pada menit ke-17, Marc Klok menembakkan tembakan jarak jauh yang hampir meleset, namun Stevens berhasil menepisnya. Usaha itu berbuah hasil ketika Alex Martins mencetak gol pertama Dewa United pada menit ke-23 setelah memanfaatkan ruang di area pertahanan Persib.
Gol kedua Dewa United datang pada menit ke-61 melalui Ricky Kambuaya, yang memanfaatkan kesalahan pertahanan di sisi kanan. Pada saat itu, Dewa United berada unggul 2-0 dan tampak menguasai tempo pertandingan.
Namun, tekanan Persib tak surut. Pada menit ke-77, Thom Haye mengeksekusi penalti setelah pelanggaran di kotak penalti, mengurangi selisih menjadi 2-1. Gol penyama kedudukan tercipta pada menit ke-86 lewat sundulan Andrew Jung dari umpan silang Eliano Reijnders. Skor akhir 2-2 mengunci satu poin bagi kedua tim.
Setelah laga, Riekerink tetap optimis. “Kami berhasil mengembalikan performa di paruh kedua musim. Lima kemenangan dari tujuh laga terakhir menunjukkan tim dalam kondisi baik,” ujar dia. Di sisi lain, Bojan Hodak mengakui bahwa kekurangan di lini tengah menjadi faktor utama yang menghambat mereka mengendalikan permainan. “Kami harus menambah kreativitas di tengah agar tidak terlalu tergantung pada serangan panjang,” katanya.
Statistik pertandingan mencatat total tembakan Dewa United sebanyak 14 kali, dengan 6 di antaranya mengarah ke gawang, sementara Persib mencatat 12 tembakan, 5 di gawang. Penguasaan bola hampir seimbang, masing-masing sekitar 48% untuk Dewa United dan 52% untuk Persib. Kedua tim menunjukkan intensitas tinggi, dengan rata-rata 5.5 serangan berbahaya per tim.
Dalam klasemen, Persib tetap memimpin dengan selisih dua poin dari Borneo FC Samarinda, sedangkan Dewa United berada di peringkat ketujuh dengan 41 poin. Hasil imbang ini menambah ketegangan persaingan juara di paruh akhir musim.
Kesimpulannya, analisa kekuatan Persib yang dibongkar Jan Olde Riekerink menegaskan bahwa strategi fisik dan bola panjang menjadi senjata utama Maung Bandung. Namun, Dewa United berhasil menyeimbangkan taktik dengan kontrol lini tengah dan serangan kolektif, menghasilkan hasil imbang yang menguji kedalaman skuad masing-masing. Kedua pelatih kini menyiapkan perbaikan taktis menjelang pekan berikutnya, dengan harapan dapat memaksimalkan peluang meraih tiga poin penting.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.

