Fokus Rembang | Paguyuban Padipaan Guguwar Situs Sunda prihatin Kabupaten Purwakarta belum memiliki museum untuk menyimpan benda-benda kepurbakalaan yang saat ini tercecer di sejumlah tempat. Pendiri Paguyuban Padipaan Guguwar Situs Sunda, Asep Supiandi, mengungkapkan bahwa banyak manuskrip dan benda kepurbakalaan yang ditemukannya memiliki usia lebih tua dari kelahiran Kabupaten Purwakarta.
Asep mendesak dibentuknya Dewan Kebudayaan di Purwakarta yang berfungsi menata dan menginventarisir situs dan cagar budaya yang selama ini tercecer. Ia juga meminta dukungan dan doa dari para budayawan dan pelestari budaya karena saat ini sedang menggodok Raperda Pemajuaan Kebudayaan yang menyisakan waktu satu bulan lagi.
Sementara itu, Kadisporaparbud Purwakarta Aep Durrohman mengatakan pihaknya telah mendata ada 20 cagar budaya dan 161 diduga cagar budaya di wilayahnya. Hal ini menunjukkan bahwa ada banyak benda kepurbakalaan yang perlu disimpan dan dilestarikan.
Untuk itu, dibutuhkan peran aktif dari masyarakat dan pemerintah untuk melestarikan dan menyimpan benda-benda kepurbakalaan yang ada di Kabupaten Purwakarta.
Kesimpulan, Purwakarta harus memiliki museum yang dapat menyimpan dan melestarikan benda-benda kepurbakalaan yang ada di wilayahnya. Hal ini tidak hanya penting untuk melestarikan sejarah dan budaya, tetapi juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelestarian budaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.

