Fokus Rembang | Jawa Tengah telah ditetapkan sebagai provinsi percontohan pertama untuk Program Insersi Pendidikan Perkoperasian di Indonesia. Program ini bertujuan untuk memperkenalkan nilai dan praktik koperasi sejak usia sekolah. Kabupaten Kudus mulai menyiapkan langkah lanjutan setelah penunjukan tersebut.
Kabupaten Kudus, Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) masih melakukan koordinasi lintas instansi sebelum program ini benar-benar diterapkan pada tahun ajaran baru mendatang. Kabid Pendidikan Dasar Disdikpora Kudus, Anggun Nugroho, menjelaskan bahwa pihaknya telah menerima gambaran awal terkait modul pembelajaran yang disiapkan pemerintah provinsi untuk jenjang SD, SMP, MI, hingga MTs.
Anggun menyebutkan bahwa ada dua hal penting yang sedang dipersiapkan, yaitu model penyisipan materi koperasi dalam pembelajaran serta kesiapan tenaga pendidik dalam menyampaikan materi tersebut. Guru-guru harus lebih dulu dibekali, kata Anggun, sebelum sampai ke siswa. Hal ini termasuk pelatihan atau penguatan materi dari dinas yang membidangi koperasi.
Kudus berharap dengan adanya program ini, anak-anak bisa lebih memahami konsep koperasi secara lebih baik dan tidak hanya sekadar teori. Dengan demikian, anak-anak dapat mengembangkan kemampuan koperasi yang lebih baik dan siap menghadapi tantangan di masa depan.
Kabupaten Kudus akan terus menyiapkan langkah lanjutan untuk melaksanakan program ini. Dengan kerja sama antara berbagai pihak, diharapkan program ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi anak-anak di Kabupaten Kudus.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.

