Fokus Rembang | Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Tabalong menyelenggarakan Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscablub) pada Sabtu, 18 April 2026, di Balai Dandung Suchrowardi, Tanjung. Acara tersebut menjadi titik penting bagi organisasi kepanduan daerah setelah serangkaian persiapan internal dan koordinasi dengan tokoh-tokoh kunci di lingkup pramuka Tabalong. Muscablub dimaksudkan untuk menutup kekosongan kepemimpinan yang muncul akibat pengunduran diri ketua sebelumnya, sekaligus menetapkan arah strategi kepramukaan selama lima tahun ke depan.
Pengunduran diri tersebut datang dari Habib Muhammad Taufani Alkaf, yang mengacu pada ketentuan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Gerakan Pramuka. Menurut regulasi tersebut, jabatan ketua Kwarcab tidak boleh diisi oleh seseorang yang menjabat sekaligus sebagai pimpinan atau pengurus partai politik. Keputusan ini menegaskan komitmen Pramuka untuk menjaga netralitas politik dan menitikberatkan pada tujuan pendidikan karakter serta pembinaan kepemudaan yang independen.
Dalam forum Muscablub, para anggota Kwarcab mengusulkan dan akhirnya memilih Hj. Desi Suryanti Noor Rifani secara aklamasi sebagai Ketua Kwarcab Tabalong pengganti antar waktu (PAW) untuk periode 2025–2030. Pilihan aklamasi mencerminkan konsensus luas di antara peserta rapat bahwa Desi Suryanti memiliki integritas, pengalaman, serta visi yang sesuai dengan kebutuhan organisasi. Setelah diumumkan, Desi Suryanti menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepercayaan yang diberikan, sekaligus menegaskan komitmennya untuk menjadi “ibu” bagi rumah besar Kwarcab Pramuka Tabalong.
Dalam sambutan resminya, Desi Suryanti menekankan bahwa peran Ketua Kwarcab tidak sekadar mengatur kegiatan baris-berbaris atau keterampilan tali-temali. Ia menekankan pentingnya menjadikan Pramuka sebagai wadah pembinaan karakter, semangat kebersamaan, serta kecintaan terhadap alam dan lingkungan. “Rumah ini adalah tempat kita bersama-sama menimba ilmu, mengasah karakter, serta belajar mencintai alam,” ujarnya. Ia juga mengingatkan para anggota pramuka untuk menggunakan media sosial secara konstruktif, menolak perilaku negatif seperti memukul atau mencela secara daring. Visi tersebut mencerminkan upaya memperkuat nilai-nilai kepramukaan yang relevan dengan tantangan sosial‑digital masa kini.
Keputusan ini diharapkan dapat memperkuat fondasi organisasi Pramuka Tabalong dalam melaksanakan program-program pendidikan karakter, pelestarian lingkungan, serta pengembangan kepemimpinan generasi muda. Desi Suryanti berjanji akan mengoptimalkan sinergi antara kepengurusan pusat, daerah, dan anggota lapangan untuk menghasilkan program yang inklusif dan berdampak. Dengan menitikberatkan pada pembinaan pribadi yang cerdas namun tetap rendah hati, ia menargetkan agar setiap pramuka di Tabalong mampu menjadi agen perubahan positif di lingkungan masing-masing. Penutup Muscablub menegaskan bahwa era baru kepemimpinan Pramuka Tabalong telah dimulai, membuka lembaran harapan baru bagi para anggota untuk tumbuh menjadi pribadi yang berintegritas, peduli lingkungan, dan siap menghadapi dinamika masa depan.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.

