Fokus Rembang | Semarang, 25 April 2026 – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, secara resmi memberikan apresiasi kepada Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) dalam upaya memperkuat toleransi di ibukota provinsi Jawa Tengah. Acara pelantikan Dewan Pengurus Daerah (DPD) LDII Kota Semarang periode 2025‑2030 berlangsung di Hotel Grasia, diiringi dengan rangkaian kegiatan peningkatan sumber daya manusia (SDM) pengurus yang mengusung tema “Membumikan Toleransi Menuju Kota Semarang yang Semakin Inklusif”.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pelantikan yang dihadiri oleh sejumlah tokoh keagamaan, pejabat pemerintah, serta perwakilan masyarakat menandai komitmen bersama untuk menjadikan toleransi bukan sekadar slogan, melainkan landasan kebijakan publik. Dalam sambutannya, Wali Kota Agustina menekankan pentingnya sinergi antara lembaga keagamaan dan pemerintah dalam membangun semangat inklusif di tengah keragaman budaya dan agama yang menjadi ciri khas kota ini.

“LDII telah menunjukkan konsistensi dalam memperjuangkan nilai‑nilai toleransi, baik melalui pendidikan, kegiatan sosial, maupun dialog lintas agama. Kami menghargai peran mereka sebagai mitra strategis dalam mewujudkan Semarang yang ramah bagi semua warga,” ujar Agustina Wilujeng di hadapan para peserta.

Pengurus DPD LDII yang baru, yang dipilih melalui musyawarah terbuka, akan memfokuskan program kerja mereka pada tiga pilar utama: pendidikan moderasi, pelayanan sosial, dan dialog antarumat beragama. Berikut ini beberapa inisiatif yang direncanakan selama masa jabatan 2025‑2030:

  • Penyelenggaraan lokakarya moderasi beragama di sekolah menengah atas dan perguruan tinggi, melibatkan narasumber dari berbagai aliran keagamaan.
  • Pengembangan pusat layanan sosial yang menyediakan bantuan kemanusiaan bagi keluarga kurang mampu, terutama di wilayah rawan konflik.
  • Pembentukan forum dialog bulanan antara tokoh agama, pemuka masyarakat, dan pejabat daerah untuk membahas isu‑isu sensitif secara konstruktif.

Acara pelantikan juga dimeriahkan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kota Semarang dan LDII. Nota ini mencakup komitmen bersama dalam penyelenggaraan program-program toleransi, pertukaran narasumber, serta dukungan logistik untuk kegiatan yang bersifat edukatif dan sosial.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Semarang menambahkan, “Kolaborasi antara pemerintah dan lembaga keagamaan seperti LDII menjadi contoh nyata bagaimana nilai toleransi dapat dijadikan agenda bersama. Kami berharap sinergi ini dapat menurunkan potensi konflik dan meningkatkan rasa kebersamaan di antara warga.”

Dalam rangka meneguhkan tekad tersebut, Wali Kota Agustina juga mengumumkan alokasi anggaran khusus sebesar Rp 5 miliar untuk mendukung program-program inklusif selama lima tahun ke depan. Dana tersebut akan difokuskan pada peningkatan sarana pendidikan, pelatihan kepemimpinan bagi generasi muda, serta penyediaan fasilitas publik yang ramah disabilitas.

Pengurus LDII yang baru mengapresiasi langkah tersebut sebagai bentuk kepercayaan pemerintah terhadap kontribusi mereka. “Kami berkomitmen untuk mengoptimalkan peran LDII dalam memupuk rasa saling menghormati, baik di lingkungan sekolah, tempat kerja, maupun ruang publik,” kata Ketua DPD LDII Semarang, Ahmad Fauzi.

Dengan latar belakang Semarang yang terus berkembang menjadi pusat ekonomi dan budaya, upaya memperkuat toleransi menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas sosial. Inisiatif ini tidak hanya memperkuat hubungan antarumat beragama, tetapi juga meningkatkan daya tarik kota sebagai destinasi yang aman dan nyaman bagi investor serta wisatawan.

Secara keseluruhan, pelantikan DPD LDII serta apresiasi Wali Kota Agustina Wilujeng menegaskan komitmen bersama untuk menjadikan toleransi sebagai nilai inti dalam pembangunan kota. Harapan besar tertuju pada implementasi program yang telah dirancang, dengan harapan Semarang dapat menjadi contoh bagi kota‑kota lain dalam mengelola keberagaman secara damai.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.