Fokus Rembang | Banyuasim online – Dewan Komisaris PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) melakukan kunjungan kerja ke PTPN I Regional 7 Kebun Tebenan di Banyuasin, Sumatera Selatan, pada tanggal 5-6 Juni 2026. Kunjungan ini merupakan bagian dari pelaksanaan fungsi pengawasan oleh Dewan Komisaris untuk memastikan implementasi strategi operasional, akselerasi transformasi bisnis, serta penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) di tingkat unit kerja.
Dalam rangkaian peninjauan lapangan, Dewan Komisaris mencermati laporan evaluasi kinerja operasional Kebun Tebenan yang menunjukkan tren positif. Hingga Mei 2026, realisasi produksi komoditas karet mencapai 749.713 kilogram atau setara 127,5 persen dari target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2026 sebesar 592.646 kilogram. Capaian tersebut juga tumbuh 48,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 504.865 kilogram.
Kegiatan pengawasan tersebut dihadiri Komisaris Independen PTPN I Sutan Adil Hendra, Komisaris Independen PTPN I Anita Ariyani, serta Direktur Operasional PTPN I Fauzi Omar. Turut mendampingi jajaran Kepala Divisi, Plt. Region Head Regional 7, dan manajemen operasional Kebun Tebenan.
Lebih lanjut, Sutan Adil Hendra mengingatkan manajemen Regional 7 untuk terus memperkuat manajemen risiko, membangun budaya kerja berbasis solusi, serta responsif terhadap dinamika industri perkebunan. Menurutnya, transformasi korporasi hanya dapat berjalan optimal apabila pengawasan di setiap lini organisasi dilakukan secara ketat, terstruktur, dan terukur.
Menutup rangkaian kunjungan kerja, Dewan Komisaris mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara pencapaian target bisnis dan pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Operasional perusahaan diharapkan terus memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan.
Dalam kesimpulan, kunjungan pengawasan ini diharapkan dapat menjadi rujukan (benchmark) bagi unit kerja lainnya di lingkungan PTPN I dan Holding Perkebunan Nusantara dalam hal disiplin pencapaian target, efisiensi operasional, serta penerapan tata kelola perusahaan yang profesional, transparan, dan berkelanjutan.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.

