Fokus Rembang | Suara Utama, Mamasa – Dugaan intimidasi terhadap insan pers kembali mencuat di Sulawesi Barat. Kali ini, sorotan tertuju kepada Kepala Desa Masoso, Kecamatan Bambang, Kabupaten Mamasa, yang diduga melakukan ancaman kepada seorang wartawan senior melalui sambungan telepon.
Peristiwa tersebut diungkapkan oleh Sarman, wartawan bersertifikat Utama dari Dewan Pers, mantan Sekretaris PWI Sulawesi Barat, sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Barat. Ia mengaku menerima panggilan telepon dari Kepala Desa Masoso pada Kamis sekitar pukul 14.40 WITA.
Dalam percakapan tersebut, Sarman menyebut kepala desa meminta alamat tempat tinggalnya dan menyampaikan keinginan untuk datang menemuinya dengan nada yang dinilai penuh kemarahan. Sikap tersebut dianggap sebagai bentuk intimidasi yang tidak sejalan dengan etika seorang pejabat publik.
"Saya keberatan atas dugaan ancaman yang disampaikan melalui telepon. Meminta alamat sambil menyampaikan keinginan untuk datang menemui dengan nada marah merupakan tindakan yang tidak mencerminkan etika dan kedewasaan seorang pemimpin," ujar Sarman.
Sarman menegaskan bahwa pendampingan terhadap masyarakat merupakan bagian dari kepedulian sosial serta bentuk keberpihakan terhadap kepentingan publik. Ia menilai setiap persoalan semestinya diselesaikan melalui jalur hukum dan komunikasi yang santun, bukan dengan tekanan maupun intimidasi.
Kasus ini pun kembali memunculkan kekhawatiran mengenai pentingnya perlindungan terhadap kebebasan pers dan keselamatan wartawan dalam menjalankan fungsi kontrol sosial. Sebagai salah satu pilar demokrasi, pers memiliki hak untuk menyampaikan informasi kepada publik tanpa tekanan, ancaman, maupun upaya pembungkaman dari pihak mana pun.
Atas kejadian tersebut, Sarman mengajak seluruh insan pers untuk tetap menjaga profesionalisme dan solidaritas dalam mengawal kebebasan pers. Ia juga berharap peristiwa serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.
"Pejabat publik seharusnya menjadi teladan dalam menyelesaikan setiap persoalan dengan cara yang bijaksana dan bermartabat. Saya berharap ada klarifikasi serta itikad baik agar persoalan ini tidak berkembang lebih jauh," katanya.
Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari Kepala Desa Masoso terkait dugaan ancaman yang disampaikan oleh Sarman. Oleh karena itu, ruang klarifikasi tetap terbuka guna memberikan informasi yang berimbang kepada publik.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa penghormatan terhadap kebebasan pers, etika komunikasi, dan supremasi hukum merupakan fondasi penting dalam menjaga iklim demokrasi yang sehat, khususnya di daerah.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.

