Fokus Rembang | Halo Semarang, hari ini adalah hari terakhir penutupan pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Sekolah Dasar (SD) Negeri Kalibanteng Kidul 01, Semarang Barat. Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang melakukan sidak di lokasi ini untuk memastikan bahwa sistem penerimaan murid baru tahun ini berjalan lancar dan tidak ada kendala berarti.
Tinjauan ini dilakukan oleh Ketua Komisi D Mualim dan seluruh anggota, yang didampingi pihak sekolah langsung meninjau ruang guru dan salah satu ruang kelas yang digunakan untuk pendaftaran murid baru.
Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang, Mualim mengatakan, tinjauan ini untuk memastikan bahwa sistem penerimaan murid baru tahun 2026 ini berjalan lancar dan tidak ada kendala berarti. Ia menambahkan bahwa dewan jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan SPMB meminta Dinas Pendidikan sebagai mitra Komisi D untuk mensosialisasikan ke masyarakat agar tidak ada keluhan saat pelaksanaan.
"Karena berkaca dari tahun 2025 lalu, banyak sekolah yang kekurangan murid saat penerimaan murid baru. Sehingga di SD Negeri Kalibanteng Kidul 01 ini justru kelebihan pendaftar calon murid baru, sampai di hari terakhir masa pendaftaran ini informasinya ada 106 calon murid baru. Padahal kuota di SD tersebut hanya 84 siswa. Jadi kami ingin memastikan pihak sekolah dan dinas untuk mencari solusi siswa yang belum diterima disini. Dan mengimbau kepada orangtua siswa untuk mencari sekolah lain yang tidak jauh dari sekolah dan dari tempat tinggal siswa," ujarnya.
"Semuanya kan pengennya mau masuk disini. Karena pendaftarnya membludak, sehingga yang lainnya jangan sampai tidak mendapat sekolah, mengingat kuotanya yang terbatas, dan umur siswa diprioritaskan," tambah Mualim.
Mualim juga mengapresiasi dengan adanya sekolah swasta gratis oleh Pemerintah kota Semarang sehingga bisa membantu orang tua anak usia sekolah tidak putus di bangku sekolah.
Terakhir, Kabid SD Dinas Pendidikan Kota Semarang, Aji Nur Setiawan menambahkan, hari ini, Jumat (12/6) hari terakhir pendaftaran sejak pembukaan SPMB di hari Senin (8/6) untuk tingkat TK dan SD. Pihaknya mengimbau orangtua calon siswa memantau jurnal sekolahnya yang dituju dan jika dirasa tidak memungkinkan diterima untuk bisa mencabut berkas siswa untuk dipindahkan ke sekolah lainnya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.

