Fokus Rembang | Pada Senin, 20 April 2026, diplomasi internasional kembali menjadi sorotan setelah Israel mengirim Duta Besar Michael Lotem ke Somaliland. Keputusan itu memicu reaksi keras dari Indonesia, Arab Saudi, dan 14 negara mayoritas Muslim lainnya yang menilai langkah tersebut sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan Republik Federal Somalia.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Para Menteri Luar Negeri negara-negara tersebut menandatangani pernyataan bersama yang menegaskan penolakan mereka terhadap penunjukan perwakilan diplomatik Israel ke wilayah yang secara internasional belum diakui sebagai negara berdaulat. Dalam pernyataan itu, mereka menyoroti bahwa pengakuan semacam itu dapat memicu preseden berbahaya bagi stabilitas kawasan Tanduk Afrika.

Negara‑negara yang mengekspresikan kecaman meliputi Qatar, Kuwait, Arab Saudi, Mesir, Somalia, Sudan, Libya, Bangladesh, Aljazair, Palestina, Turki, Indonesia, Pakistan, Mauritania, Yordania, dan Oman. Semua pihak menekankan pentingnya menghormati integritas teritorial Somalia serta menolak segala bentuk tindakan sepihak yang mengabaikan pemerintah Somalia yang diakui secara internasional.

Pengiriman Dubes oleh Israel pada tanggal 15 April 2026 menjadi sorotan utama karena sebelumnya Israel pada Desember 2025 secara resmi menyatakan mengakui Somaliland sebagai negara berdaulat, menjadikannya negara pertama yang melakukannya. Pengakuan tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan negara‑negara Muslim, yang melihatnya sebagai upaya geopolitik Israel untuk memperluas pengaruhnya di wilayah Afrika Barat.

Berikut daftar lengkap negara yang mengeluarkan pernyataan kecaman:

  • Qatar
  • Kuwait
  • Arab Saudi
  • Mesir
  • Somalia
  • Sudan
  • Libya
  • Bangladesh
  • Aljazair
  • Palestina
  • Turki
  • Indonesia
  • Pakistan
  • Mauritania
  • Yordania
  • Oman

Para menteri menegaskan bahwa setiap langkah yang mengabaikan kedaulatan Somalia dapat mengikis prinsip‑prinsip dasar hubungan internasional, khususnya penghormatan terhadap perbatasan dan kemerdekaan politik. Mereka menambahkan bahwa tindakan Israel tersebut dapat memperburuk ketegangan di kawasan, berpotensi memicu konflik baru yang melibatkan pihak‑pihak eksternal.

Di sisi lain, pemerintah Israel berargumen bahwa penunjukan Dubes ke Somaliland dimaksudkan untuk memperkuat kerja sama ekonomi dan keamanan, terutama dalam bidang teknologi pertanian dan pengembangan infrastruktur. Namun, respons internasional yang luas menunjukkan bahwa aspek politik dari keputusan itu jauh lebih dominan dibandingkan potensi manfaat ekonomi.

Reaksi Indonesia khususnya menyoroti pentingnya solidaritas antar negara Muslim dalam melindungi kedaulatan negara‑negara yang masih berjuang mempertahankan integritas wilayahnya. Menteri Luar Negeri Indonesia menambahkan bahwa Indonesia akan terus mendukung Somalia dalam upaya diplomatiknya untuk mengatasi tantangan internasional yang dihadapi.

Arab Saudi, sebagai pemimpin dalam Liga Arab, juga menyatakan bahwa langkah Israel dapat menimbulkan ketidakstabilan tidak hanya di Somalia, tetapi juga di seluruh wilayah Tanduk Afrika. Saudi menekankan perlunya dialog multilateral yang melibatkan semua pihak terkait sebelum mengambil keputusan yang dapat mengubah peta politik regional.

Secara keseluruhan, kecaman bersama ini menandakan adanya konsolidasi politik di antara negara‑negara Muslim untuk menolak upaya Israel dalam memperluas jaringan diplomatiknya ke wilayah yang masih dipersengketakan. Para pemimpin menegaskan kembali dukungan mereka kepada pemerintah Somalia sebagai satu‑satunya wakil sah rakyat Somalia di panggung internasional.

Langkah selanjutnya yang diharapkan adalah pertemuan tingkat tinggi antara perwakilan Somalia, Israel, dan negara‑negara yang terlibat dalam kecaman untuk mencari solusi diplomatik yang dapat diterima semua pihak, sekaligus menjaga stabilitas regional.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.