Fokus Rembang | Thomas Cup 2026 semakin mendekat, dan sorotan utama kini tertuju pada salah satu talenta muda bulu tangkis Indonesia, Moh Zaki Ubaidillah yang akrab dipanggil Ubed. Pemain berusia 22 tahun ini resmi masuk dalam skuad tunggal putra Indonesia sebagai pilihan ketiga, bersanding dengan nama‑nama besar seperti Jonatan Christie, Alwi Farhan, dan Anthony Sinisuka Ginting. Kesempatan ini menjadi momen bersejarah bagi Ubed, yang belum pernah merasakan atmosfer kompetisi beregu paling bergengsi dalam kariernya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Ubed mengaku merasakan perbedaan yang signifikan antara Thomas Cup dengan kompetisi lain yang pernah ia ikuti, seperti Piala Sudirman atau SEA Games. “Piala Thomas lebih bergengsi, atmosfernya berbeda, dan saya tidak menyangka bisa masuk tim ini,” ujarnya dalam wawancara eksklusif dengan PBSI. Antusiasme tinggi tampak jelas dari ekspresi wajahnya, sekaligus tekad kuat untuk memberikan kontribusi nyata bagi Tim Merah‑Putih.

Persiapan Intensif dan Kolaborasi Senior‑Junior

Jelang laga perdana yang dijadwalkan pada 24 April, Ubed menjalani rangkaian latihan intensif di Pelatnas Cipayung. Ia menyebut dua hari pertama adaptasi sebagai periode penting untuk menyesuaikan diri dengan kondisi lapangan dan taktik tim. “Alhamdulillah, penyesuaian sudah cukup baik. Saya berharap latihan ke depan dapat meningkatkan performa saya,” tambahnya.

Skuad Indonesia pada edisi kali ini menampilkan kombinasi pemain senior berpengalaman dan generasi muda yang sedang naik daun. Dinamika tersebut memberi Ubed peluang belajar langsung dari senior seperti Jonatan Christie, sekaligus berinteraksi dengan rekan se‑usia yang lebih mudah berkomunikasi. “Senior membantu banyak, namun kedekatan usia juga mempermudah chemistry tim,” kata Ubed.

Di sektor tunggal putra, keempat pemain – Christie, Farhan, Ginting, dan Ubed – telah melakukan sesi latihan bersama sejak awal tahun. Keakraban mereka terbukti dalam pertandingan persahabatan internal, di mana Ubed berhasil menampilkan smash cepat dan footwork lincah, menandakan kesiapan mental menjawab tantangan lawan‑lawannya.

Melawan Juara Eropa: Prancis di Grup D

Indonesia berada di Grup D bersama Prancis, Thailand, dan Aljazair. Prancis, yang baru saja menjuarai kejuaraan Eropa, menjadi lawan yang paling menantang bagi Tim Merah‑Putih. Tim Prancis dikenal memiliki pemain tunggal yang mampu bermain rangkap, serta kedalaman skuad yang cukup mengancam. Fajar Alfian, kapten tim, menegaskan pentingnya konsistensi dalam setiap pertandingan grup. “Tidak ada lawan yang mudah, terutama Prancis yang baru menjadi juara Eropa,” ungkapnya.

Ubed, meski menempati posisi ketiga, diyakini dapat menjadi faktor kejutan. Statistik turnamen menunjukkan bahwa pemain berusia 20‑24 tahun sering kali menampilkan performa terbaik pada babak awal kompetisi, terutama ketika diberikan kesempatan bermain melawan lawan berpengalaman.

Harapan dan Target

Pelatih tim, yang tidak disebutkan namanya dalam sumber, menekankan pentingnya mentalitas juara. Ia menyoroti bahwa kehadiran pemain muda seperti Ubed tidak hanya menambah kedalaman skuad, tetapi juga meningkatkan semangat kompetitif di antara para senior. “Kami berharap kombinasi senior‑junior dapat menghasilkan sinergi yang kuat, sehingga Indonesia dapat melaju ke fase knockout,” ujar pelatih.

Selain target tim, Ubed memiliki ambisi pribadi: menorehkan kemenangan pertamanya di Thomas Cup. “Saya ingin memberikan yang terbaik untuk tim, dan tidak sabar untuk debut di panggung ini,” tegasnya. Jika berhasil, ia akan menambah daftar pemain muda Indonesia yang pernah mencatatkan prestasi di ajang bergengsi tersebut.

Secara keseluruhan, Thomas Cup 2026 menjanjikan pertarungan sengit antara tim‑tim tradisional dan generasi baru yang siap mengguncang dinamika bulu tangkis dunia. Indonesia, dengan skuad berimbang antara senior berpengalaman dan junior berbakat, memiliki peluang besar untuk kembali mengangkat trofi setelah lama terdiam. Bagi Ubed, debut ini bukan sekadar langkah pertama, melainkan batu loncatan untuk menapaki puncak karier internasional.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.