Fokus Rembang | Statistik terbaru menunjukkan bahwa Arsenal tanpa Saka mengalami penurunan performa signifikan di kompetisi Premier League musim 2025/2026. Dalam lima pertandingan terakhir lintas kompetisi, Gunners hanya berhasil mengumpulkan tiga poin, sementara rival terdekat mereka, Manchester City, terus menekan jarak.
Runtutan tiga kekalahan yang menimpa Arsenal terjadi di dua laga Liga Inggris dan satu laga di kompetisi domestik lainnya. Kekalahan pertama datang dari Bournemouth dengan skor 1-2, di mana gol balasan City menjebol pertahanan The Gunners pada menit-menit akhir. Selanjutnya, Arsenal kembali terpuruk setelah menghadapi Manchester City, rival yang kini menempati posisi kedua klasemen dengan selisih tiga poin yang sangat tipis.
Berikut rangkuman hasil Arsenal dalam lima pertandingan terakhir:
| Laga | Kompetisi | Hasil | Poin |
|---|---|---|---|
| Arsenal vs Bournemouth | Premier League | Kalah 1-2 | 0 |
| Arsenal vs Manchester City | Premier League | Kalah 0-3 | 0 |
| Arsenal vs Chelsea | FA Cup | Seri 2-2 | 1 |
| Arsenal vs Tottenham | Community Shield | Menang 2-1 | 3 |
| Arsenal vs Liverpool | Premier League | Seri 1-1 | 1 |
Data di atas menegaskan bahwa meski Arsenal masih memimpin klasemen, keunggulan mereka hanyalah tiga poin di atas Manchester City, selisih yang dapat berubah dalam satu laga. Jika tren penurunan ini berlanjut, posisi puncak Arsenal berada di ambang terancam.
Penyebab utama penurunan ini adalah absennya salah satu pemain kunci, Bukayo Saka, yang cedera serius dan diperkirakan akan absen selama beberapa pekan ke depan. Saka, yang biasanya menjadi penggerak serangan dan kreator peluang, memberikan kontribusi penting baik dalam mencetak gol maupun memberikan assist. Tanpa kehadirannya, lini serang Arsenal terlihat kurang tajam, terbukti dari penurunan jumlah peluang tercipta per pertandingan.
Mikel Arteta, sang manajer, telah mencoba menyesuaikan formasi dengan menurunkan pemain sayap lain dan menambah peran gelandang serang. Namun, statistik menunjukkan bahwa rata-rata tembakan ke gawang turun dari 14 tembakan per laga pada awal musim menjadi hanya 9 tembakan per laga sejak Saka absen. Selain itu, tingkat penguasaan bola menurun sekitar 5 persen, yang berdampak pada kemampuan mengendalikan tempo pertandingan.
Para pengamat sepak bola menilai bahwa Arsenal harus segera menemukan solusi alternatif, baik melalui taktik baru maupun dengan menurunkan pemain muda yang siap mengisi kekosongan. Sementara itu, Manchester City terus mengoptimalkan skuad mereka, dengan tambahan pemain tengah yang memperkuat lini serang, sehingga tekanan pada Arsenal semakin kuat.
Jika performa Arsenal tidak membaik dalam tiga atau empat laga ke depan, peluang mereka merebut gelar juara Premier League dapat terancam. Penurunan poin ini tidak hanya memengaruhi peringkat, tetapi juga moral tim menjelang fase krusial akhir musim, di mana setiap poin menjadi sangat berharga.
Kesimpulannya, data statistik mempertegas bahwa Arsenal tanpa Saka sedang berada dalam fase menurun yang memerlukan penyesuaian taktis cepat. Manajer Arteta dihadapkan pada pilihan sulit: menunggu pemulihan Saka atau mengandalkan pemain alternatif untuk menutup kekosongan. Dengan jarak poin yang tipis, setiap keputusan akan menentukan nasib Arsenal dalam perebutan gelar juara musim ini.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.

