Fokus Rembang | Trenggalek merupakan salah satu wilayah yang terletak di Jawa Timur, yang terkenal dengan festival Suro yang diselenggarakan setiap tahunnya. Namun, seperti tahun-tahun sebelumnya, festival ini telah menjadi sumber kekhawatiran bagi pihak keamanan. Oleh karena itu, Forkopimda dan Ketua Pencak Silat di Trenggalek telah menggelar rapat kordinasi (Rakor) untuk menjaga kondusivitas Kamtibmas di wilayah tersebut.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Rakor tersebut dihadiri oleh para ketua dan pimpinan perguruan pencak silat, serta unsur-unsur terkait lainnya. Kapolres Trenggalek, AKBP Ridwan Maliki, menyatakan bahwa aktivitas masyarakat di bulan Suro atau Muharram biasanya sangat padat. Bukan hanya dari komunitas perguruan pencak silat, tetapi juga dirayakan oleh mayoritas orang Jawa dan umat muslim.

Kapolres juga menyatakan bahwa komitmen bersama yang terangkum dalam ‘Maklumat Aman Suro’ telah menghasilkan kesepakatan seluruh pihak-pihak. Dengan ditandatangani oleh masing-masing ketua perguruan pencak silat dan unsur terkait, maklumat tersebut bertujuan untuk menjaga kondusivitas Kamtibmas di wilayah Trenggalek.

Lebih lanjut, Kapolres menyatakan bahwa semangat untuk menjaga dan menjalin sinergitas di antara pihak-pihak terkait sangatlah penting. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka festival Suro dapat berjalan dengan baik dan lancar.

Oleh karena itu, Forkopimda dan Ketua Pencak Silat di Trenggalek diharapkan dapat terus menjaga dan menjalin sinergitas di antara pihak-pihak terkait. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka festival Suro dapat berjalan dengan baik dan lancar.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.