Fokus Rembang | Halo Pekalongan, sektor pertanian di wilayah pesisir kota ini sedang mengalami revitalisasi. Pemerintah Kota Pekalongan bekerja sama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) telah melaksanakan penanaman perdana padi biosalin di Kampung Reforma Agraria Clumprit, Kelurahan Degayu, Kecamatan Pekalongan Utara.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Penyuluh Pertanian Wilayah Pekalongan Utara, Lazim Sofi menjelaskan bahwa penanaman padi biosalin di Clumprit merupakan langkah awal dalam upaya mengembalikan fungsi lahan pertanian yang selama bertahun-tahun terdampak banjir rob. Lahan yang saat ini ditanami seluas kurang lebih 1 hektare dan dijadikan sebagai demplot atau lahan percontohan.

Beberapa kendala masih dihadapi dalam pengembangan lahan tersebut, terutama adanya genangan di sejumlah titik yang menghambat aktivitas pertanian. Oleh karena itu, diperlukan dukungan dari berbagai pihak untuk mempercepat pemulihan lahan pertanian di kawasan tersebut.

Pihaknya berharap para pemangku kebijakan dapat turut membantu melalui penanganan genangan air, perbaikan saluran irigasi, serta penyediaan sarana dan prasarana pertanian, seperti traktor untuk pengolahan lahan.

Apabila genangan dapat diatasi, saluran irigasi dibenahi, dan petani mendapatkan dukungan sarana prasarana yang memadai, insyaallah sekitar 50 hektare lahan sawah di wilayah Clumprit dapat kembali ditanami.

Program penanaman padi biosalin ini diharapkan dapat mendorong kebangkitan sektor pertanian di wilayah pesisir, sekaligus menjadi bagian dari penguatan Kampung Reforma Agraria dan upaya menjaga ketahanan pangan daerah di tengah tantangan perubahan lingkungan akibat rob.

Penanaman padi biosalin ini merupakan langkah awal dalam upaya mengembalikan fungsi lahan pertanian di wilayah pesisir Pekalongan. Dengan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan lahan sawah yang selama ini tidak produktif dapat kembali dimanfaatkan oleh petani.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.