Fokus Rembang | Sejumlah warga di RT 5/RW 5, Kelurahan Tinjomoyo, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, mengeluhkan kerusakan pada rumah mereka yang diduga terdampak aktivitas pembangunan kawasan Mall Pakuwon. Warga mengaku khawatir kondisi bangunan yang mengalami retakan dan ambles semakin parah hingga berpotensi membahayakan keselamatan penghuni.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Salah satu warga terdampak, Parjono (70), mengaku rumahnya mengalami kerusakan cukup parah. "Saya khawatir jika tidak segera dibereskan, rumah saya akan runtuh," kata Parjono dalam wawancara dengan Harianmuria.

Pemerintah Kota Semarang telah mengeluarkan peraturan yang melarang pembangunan di wilayah tersebut karena adanya tanda-tanda kerusakan pada tanah. Namun, para pengembang tetap melanjutkan proyek tersebut.

"Saya tidak tahu mengapa pemerintah masih membiarkan pembangunan di kawasan tersebut," kata Parjono. "Saya hanya ingin rumah saya tetap aman bagi keluarga saya."

Pemerintah Kota Semarang telah meminta para pengembang untuk menghentikan proyek pembangunan kawasan Mall Pakuwon karena adanya kerusakan pada tanah. Namun, para pengembang tetap melanjutkan proyek tersebut.

"Saya tidak tahu mengapa pemerintah masih membiarkan pembangunan di kawasan tersebut," kata Parjono. "Saya hanya ingin rumah saya tetap aman bagi keluarga saya."

Dalam hal ini, warga diharapkan untuk tetap tenang dan tidak melakukan aksi-aksi yang tidak terkendali. Pemerintah Kota Semarang juga berjanji untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan segera.

Warga diharapkan untuk tetap tenang dan tidak melakukan aksi-aksi yang tidak terkendali. Pemerintah Kota Semarang juga berjanji untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan segera.

Dalam kesimpulan, warga diharapkan untuk tetap tenang dan tidak melakukan aksi-aksi yang tidak terkendali. Pemerintah Kota Semarang juga berjanji untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan segera.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.