Fokus Rembang | Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) wilayah ZZW 28 Kabupaten Demak mengadakan acara Halal Bihalal pada Minggu, 19 April 2024 di Pendopo Kecamatan Mranggen. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat tali persaudaraan antar warga setelah perayaan Idulfitri 1447 Hijriah serta sekaligus menyampaikan edukasi kritis tentang peran komunikasi darurat dalam menghadapi bencana atau situasi darurat.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Acara dibuka dengan sambutan kepala desa Mranggen, Bapak H. Abdul Rahim, yang menekankan pentingnya semangat kebersamaan dalam membangun ketahanan sosial. “Halal Bihalal bukan sekadar pertemuan formal, melainkan wadah untuk saling memaafkan, berbagi kebahagiaan, dan menyiapkan warga menghadapi tantangan yang mungkin muncul,” ujarnya. Ia juga menyoroti peran RAPI sebagai media lokal yang dapat menyebarkan informasi cepat dan akurat pada saat-saat genting.

Selanjutnya, Ketua RAPI Demak, Bapak Ahmad Zainal, memaparkan agenda utama kegiatan. Ia menegaskan bahwa selain silaturahmi, RAPI berkomitmen mengoptimalkan jaringan komunikasi darurat melalui pelatihan singkat bagi warga. “Kami mengajak setiap lapisan masyarakat untuk memahami cara mengakses saluran informasi resmi, mengidentifikasi sumber hoaks, serta menggunakan perangkat radio komunitas sebagai jalur evakuasi dan koordinasi,” jelasnya.

Pelatihan tersebut dipandu oleh tim ahli komunikasi krisis yang dibantu oleh perwakilan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak. Dalam sesi interaktif, peserta diajarkan langkah-langkah dasar seperti membuat grup WhatsApp darurat, memanfaatkan sistem peringatan dini berbasis SMS, serta mengoperasikan radio portabel. Selain itu, diberikan contoh skenario bencana banjir, gempa bumi, dan kebakaran hutan yang relevan dengan kondisi geografis Demak.

Acara diisi pula dengan hiburan tradisional, seperti pertunjukan wayang kulit dan musik gambang kromong, yang menambah kehangatan suasana. Makanan ringan khas daerah, seperti tempe mendoan dan getuk lindri, disajikan untuk melengkapi rasa kebersamaan. Lebih dari 300 warga, termasuk tokoh agama, pemuka masyarakat, pelaku usaha UMKM, serta perwakilan lembaga pemerintah, hadir dan berpartisipasi aktif.

Selama acara, sejumlah tokoh memberikan testimoni tentang pentingnya komunikasi darurat. Kepala Seksi Sosial BPBD Demak, Ibu Siti Nurhayati, menyampaikan, “Tanpa adanya jaringan informasi yang terstruktur, respon terhadap bencana akan terhambat. Komunitas yang terlatih dapat menjadi garda terdepan dalam mengurangi dampak bencana,” ujar beliau sambil menyoroti contoh sukses penanggulangan banjir di wilayah sekitarnya yang berkat sistem peringatan dini berhasil mengurangi kerugian.

Tak kalah penting, RAPI menampilkan contoh siaran darurat yang telah diproduksi khusus untuk wilayah Demak. Siaran tersebut memuat prosedur evakuasi, nomor kontak darurat, serta peta titik kumpul. Semua materi akan disebarkan melalui stasiun radio RAPI, media sosial resmi, serta poster yang ditempatkan di pos-pos RT setempat.

Penutup acara diisi dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat, menandai harapan akan kedamaian, kesejahteraan, dan kesiapsiagaan bersama. Sebagai tanda penghargaan, RAPI memberikan sertifikat partisipasi kepada peserta pelatihan komunikasi darurat serta mengumumkan rencana kegiatan lanjutan, termasuk simulasi evakuasi pada triwulan berikutnya.

Halal Bihalal yang digelar oleh RAPI Demak tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, melainkan juga strategi edukatif yang mengintegrasikan peran media komunitas dalam sistem penanggulangan bencana. Dengan mengedukasi warga tentang cara berkomunikasi secara efektif saat krisis, diharapkan tingkat kesiapsiagaan masyarakat Demak meningkat secara signifikan, sehingga potensi kerugian akibat bencana dapat diminimalisir.

Secara keseluruhan, acara ini berhasil menyatukan elemen sosial, budaya, dan teknis dalam satu platform. Kolaborasi antara RAPI, pemerintah daerah, dan masyarakat menunjukkan model sinergi yang dapat dijadikan contoh bagi daerah lain yang ingin memperkuat jaringan komunikasi darurat sekaligus mempererat hubungan antarwarga pasca Idulfitri.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.