Fokus Rembang | SMAN 1 Sumber Rembang kembali menunjukkan inovasi dalam dunia pendidikan dengan menggelar Simulasi Pernikahan SMAN 1 di dalam Joglo sekolah. Acara yang berlangsung pada 22-23 April 2026 ini tidak hanya menampilkan prosesi tradisional, melainkan juga menjadi wadah pembelajaran kokurikuler berbasis Project Based Learning (PjBL) yang melibatkan tiga mata pelajaran sekaligus.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kegiatan dimulai sejak 6 April dengan fase sosialisasi dan perencanaan yang melibatkan delapan kelas XI (XI F1-8). Setiap kelas ditugaskan menyiapkan seluruh rangkaian pernikahan, mulai dari lamaran, akad nikah, tradisi temu manten, hingga resepsi. Pendekatan lintas mata pelajaran ini dirancang untuk memperkuat, memperdalam, dan memperkaya materi kelas melalui konteks kehidupan nyata.

Kolaborasi Lintas Mata Pelajaran

Proyek Simulasi Pernikahan SMAN 1 mengintegrasikan tiga mata pelajaran utama:

  • Pendidikan Agama dan Budi Pekerti (PABP) – memberikan landasan teologis, nilai moral, dan pemahaman hukum Islam terkait pernikahan.
  • PJOK – menekankan pentingnya kesehatan jasmani, sekaligus menyiapkan pertunjukan seni bela diri tradisional sebagai hiburan resepsi.
  • Matematika – melatih siswa menghitung mahar, anggaran pesta, dan logistik keuangan secara akurat.

Dengan tema “Simulasi Pernikahan untuk Membangun Keluarga Sakinah dengan Perencanaan Matang dan Kesehatan Jasmani”, proyek ini menekankan keseimbangan antara aspek spiritual, fisik, dan ekonomis dalam mempersiapkan kehidupan berkeluarga.

Kepala sekolah, Ririn Hamidatus Syarofatin, S.Pd., M.Pd., membuka acara secara resmi. Ia menekankan pentingnya pembelajaran kontekstual yang dapat mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan sosial dan pribadi di masa depan.

Perwakilan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sumber, Sujadi, S.Pd., dan Hartiningsih, M.Ag., hadir sebagai narasumber sekaligus penilai. Mereka memberikan edukasi tentang bahaya pernikahan dini serta menegaskan batas usia minimal 19 tahun yang diatur undang‑undang. Sujadi menekankan, “Kami sangat mendukung inovasi ini, namun siswa tetap harus menunggu sampai usia yang sah sebelum melangsungkan pernikahan nyata.”

Setiap kelas menampilkan rangkaian lengkap prosesi pernikahan. Siswa berperan sebagai pengantin, wali nikah, saksi, penghulu, serta tamu undangan. Pada sesi resepsi, tim PJOK menampilkan pertunjukan pencak silat yang memadukan seni bela diri dengan nilai kebugaran. Di sisi lain, tim Matematika menghitung secara detail besaran mahar, anggaran dekorasi, serta estimasi biaya konsumsi, yang semuanya dipresentasikan di depan dewan juri.

Penilaian tidak hanya dilakukan oleh guru internal, tetapi juga melibatkan Penghulu KUA Kecamatan Sumber, Eko Frediana Setiyawan, S.Sos., yang memberikan masukan teknis mengenai prosedur agama. Salah satu peserta, Siti Nur Alimah (XI F3), menyampaikan rasa puasnya: “Kami jadi mengerti urutan prosesi, rukun nikah, hingga cara menghitung mahar. Pengetahuan ini terasa lebih utuh karena dipadukan dengan PJOK dan Matematika.”

Berikut adalah jadwal singkat kegiatan Simulasi Pernikahan SMAN 1:

Tanggal Kegiatan
6 April 2026 Sosialisasi & perencanaan proyek
10‑15 April 2026 Pembekalan materi agama, olahraga, dan matematika
22‑23 April 2026 Pelaksanaan simulasi prosesi pernikahan (dua sesi)

Melalui kegiatan ini, pihak sekolah berharap siswa tidak hanya memahami ritual pernikahan secara teoritis, melainkan juga menyadari tanggung jawab hukum, keuangan, dan kesehatan yang menyertainya. Pendekatan Simulasi Pernikahan SMAN 1 diharapkan menumbuhkan kesiapan mental dan emosional siswa dalam menghadapi fase kehidupan selanjutnya.

Secara keseluruhan, proyek ini mencerminkan komitmen SMAN 1 Sumber Rembang dalam mengimplementasikan pembelajaran berbasis proyek yang relevan dengan konteks sosial budaya Indonesia. Dengan melibatkan tiga disiplin ilmu dalam satu kegiatan, sekolah berhasil menciptakan pengalaman belajar yang holistik, interaktif, dan berdaya guna bagi generasi muda.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.