Intan Permatasari
Masih terbayang jelas saat Intan, yang dulu menaklukkan tumpukan laporan di sebuah kantor Medan, memutuskan menukar setelan rapi dengan pena dan laptop, mengukir jejak pertamanya di dunia tulisan lebih dari satu dekade lalu. Kini, di sela-sela kata yang mengalir, ia tak jauh meninggalkan kecintaannya pada gadget—selalu menguji aplikasi terbaru—dan sesekali melompat ke jalur pendakian, menukar pemandangan kota dengan puncak gunung yang menantang. Setiap cerita yang ia rangkai terasa seperti obrolan hangat dengan sahabat lama, penuh semangat, rasa ingin tahu, dan aroma tanah tinggi.