Fokus Rembang | Pemadaman listrik bergilir melanda Kota Medan dan sekitarnya sejak Kamis (4/6/2026) karena kerusakan 12 tower transmisi PLN. Cuaca ekstrem yang meliputi hujan deras dan angin kencang telah merusak 12 tower transmisi, menyebabkan gangguan pasokan listrik di daerah tersebut.
Sebagaimana dilaporkan, pemadaman listrik ini telah berlangsung selama tiga hari. Masyarakat di Medan Selayang, Binjai, Deli Serdang, Langkat, dan Serdang Bedagai merasakan dampak signifikan dari pemadaman ini.
Jonathan Sinaga, seorang mahasiswa di Universitas Sumatera Utara, mengungkapkan bahwa ia mengalami pemadaman listrik setiap hari, terutama saat menjelang Ujian Akhir Semester (UAS). Menurut Jonathan, pemadaman listrik biasanya terjadi pada malam hari, namun kini terjadi juga pada pagi hingga siang.
Pada Jumat (5/6/2026), listrik padam mulai pukul 19.00 dan baru menyala kembali pada pukul 03.00. Pada Sabtu (6/6/2026), listrik kembali padam sekitar pukul 06.00 hingga siang hari.
Ia mengeluhkan gangguan ini, terutama saat jaringan internet juga terpengaruh. Situasi semakin diperburuk dengan adanya banjir yang melanda beberapa titik di Kota Medan.
Meskipun banjir di Medan Selayang telah surut, kondisi ini menambah kesulitan bagi warga yang terpaksa beradaptasi dengan pemadaman listrik.
Kerusakan 12 tower transmisi disebabkan oleh cuaca ekstrem. Dari 12 tower tersebut, sembilan tower roboh dan tiga tower mengalami kerusakan. Semua tower tersebut berada di Kabupaten Serdang Bedagai.
Akibat kerusakan ini, pasokan listrik menuju lima kabupaten/kota, termasuk Medan, terganggu. PLN sedang melakukan langkah pemulihan, termasuk pemasangan empat menara darurat untuk mengatasi gangguan ini.
Para pelanggan di daerah terdampak masih harus bersabar menghadapi pemadaman bergilir hingga pemulihan selesai.
PLN berkomitmen untuk mempercepat proses pemulihan. Masyarakat berharap agar pemulihan listrik dapat dilakukan secepatnya, mengingat banyak aktivitas penting yang terganggu.
Jonathan menekankan pentingnya ketersediaan listrik, terutama bagi mahasiswa yang sedang menjalani ujian.
Dalam situasi ini, PLN perlu memastikan komunikasi yang baik dengan masyarakat. Hal ini penting agar pelanggan mendapatkan informasi yang jelas mengenai pemadaman dan proses pemulihan.
Masyarakat sudah cukup sabar menghadapi tantangan ini, diharapkan PLN dapat segera mengatasi masalah yang ada.
Kerusakan tower transmisi ini menjadi pengingat akan kerentanan infrastruktur listrik terhadap cuaca ekstrem. Dengan semakin seringnya cuaca ekstrem terjadi, penting untuk mengevaluasi ketahanan infrastruktur listrik di seluruh wilayah.
Investasi dalam perbaikan dan peningkatan infrastruktur menjadi sangat penting. PLN dan pihak berwenang perlu bekerja sama untuk memastikan bahwa sistem kelistrikan menjadi lebih tahan terhadap kondisi cuaca yang tidak terduga di masa depan.
Untuk masyarakat, menghadapi kondisi ini memerlukan adaptasi dan strategi. Memanfaatkan sumber energi alternatif, seperti genset, bisa menjadi solusi sementara di saat pemadaman listrik terjadi.
Selain itu, penting bagi masyarakat untuk tetap mengikuti informasi terbaru dari PLN. Dengan cara ini, mereka dapat mempersiapkan diri menghadapi situasi serupa di masa mendatang.
Kesiapsiagaan ini bisa membantu mengurangi dampak dari pemadaman listrik yang diakibatkan oleh cuaca ekstrem.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.

